Senin, 15 Juni 2026 | 17:31
NEWS

Aksi Perempuan Desa Gambut Produksi Masker Kain untuk Cegah Corona

Aksi Perempuan Desa Gambut Produksi Masker Kain untuk Cegah Corona
Bengkel Kerajinan Anyaman Purun jadi rumah produksi masker Kain di Desa Menang Raya, OKI, Sumsel. (Dok BRG)

ASKARA - Penggunaan masker kain semakin banyak dipakai masyarakat. Seiring dengan anjuran pemerintah lantaran mudah didapat dan bisa dibuat sendiri di rumah. Seperti yang dilakukan kaum perempuan di desa-desa peduli gambut. 

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna Safitri mengatakan, masker kain non-medis ini sumbangsih kaum perempuan di sejumlah desa peduli gambut untuk mencegah penyebaran virus Corona. 

Ketika pemerintah mewajibkan penggunaan masker dan mendorong padat karya tunai, para perempuan desa-desa gambut sudah menunjukkan aksinya.

"Mungkin orang melihat masker hanya pelindung diri menghadapi ancaman virus. Tapi, bagi kami, masker,demikian juga jamu, adalah alat pemersatu gerakan perempuan di desa-desa gambut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4).

Menurutnya perempuan punya solidaritas tinggi dan kekuatan untuk menggerakkan perubahan, khususnya pada pola hidup bersih dan sehat. Dinilai sesuai dengan cita-cita dari Raden Ajeng Kartini. 

"Bulan April ini, akan memperingati Hari Kartini. Tidak berlebihan jika pada peringatan ini kita berikan penghargaan kepada seluruh perempuan yang memberikan sumbangsih nyata pada upaya cegah penyebaran Covid-19 di Indonesia," ucap Myrna Safitri. 

Seperti yang dilakukan Maryulis (57), bersama perempuan perempuan lain, memproduksi masker kain untuk kebutuhan warga Desa Menang Raya di Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel.

Rumah produksi masker ini awalnya adalah tempat membuat kerajinan anyaman purun. Purun (Eleocharis) adalah tanaman sejenis rumput yang banyak dijumpai di lahan gambut. 

Dua tahun lalu, Badan Restorasi Gambut (BRG) memberikan bantuan mesin jahit kepada kelompok penganyam purun di Desa Menang Raya. Desa ini masuk ke dalam Program Desa Peduli Gambut.

Sementara di Riau, kelompok ibu-ibu PKK dari Desa Pedekik dan Desa Temiang di Kabupaten Bengkalis melakukan hal serupa. Mereka berinisiatif membuat masker-masker kain serta jamu dari bahan-bahan rimpang.

"Tanaman rimpang ini kami ambil dari kebun tanaman obat keluarga yang kami tanam di perkarangan rumah, dengan menggunakan pupuk alami," kata ibu Rita Afriana, Ketua TP PKK Desa Pedekik. 

Kelompok perempuan dari Desa Peduli Gambut di Kalimantan Selatan seperti di desa Tambak Sari Panji, Murung Panggang, Darussalam, Sungai Namang, dan Kaludan Kecil. Semuanya berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara. 

“BRG sedang mempersiapkan dukungan untuk produksi masker di desa-desa tersebut. Diharapkan ribuan masker dapat dihasilkan," kata Dinamisator Desa Peduli Gambut Kalsel, Enik Maslahah. 

Komentar