Prihatin Langkanya Masker Medis, Pelaku Industri dan Seniman Gagas Gerakan Masker Untuk Indonesia
ASKARA - Gerakan yang diinisiasi oleh kumpulan relawan dari pelaku industri kreatif Tanah Air yang diberi nama Gerakan Masker Untuk Indonesia resmi dibentuk, Selasa 14 April 2020.
Gerakan ini lahir dari kepedulian untuk memutus rantai penyebaran virus corona dan mendukung anjuran pemerintah dalam mengenakan masker kain non-medis. Gerakan ini juga menekankan kesadaran akan penggunaan masker kain non-medis serta membantu keberlangsungan UMKM yang terlibat dalam gerakan.
Kasus positif corona yang terus meningkat, pemerintah menganjurkan masyarakat agar menggunakan masker kain non-medis ketika keluar rumah. Lebih pentingnya lagi menggunakan masker kain non-medis juga dapat membantu mengurangi kelangkaan stok masker medis untuk para tenaga kesehatan.
"Kami bergerak untuk membantu mewujudkan misi pemerintah dan memfasilitasi ketersediaan masker kain non-medis untuk semua orang, karena kami sadar ketersediaan dan pemahaman memakai masker kain non-medis masih terbatas di masyarakat. Kami juga ingin memberikan akses kepada siapa saja untuk berbagi masker pada sesama. Dalam prosesnya, kami merangkul seniman dan UMKM untuk berkolaborasi," ujar Kevin Osmond, salah seorang relawan penggerak Masker Untuk Indonesia, melalui keterangan tertulis yang diterima Askara, Selasa (14/4).
Diketahui, gerakan ini dan kian bertambah setiap harinya. Sejumlah seniman dan UMKM Indonesia juga bahkan turut berkolaborasi. Desain masker juga dibantu oleh The Goods Dept, Bluesvilles, Liunic on Things, Locale, Untold, Abenk Alter, Heimlo, Ardneks, Ykha Amelz, Kamengski, Darbotz, dan Sanchia Hamidjaja.
"Melalui gerakan masker untuk Indonesia diharapkan UMKM bisa membantu menahan laju penyebaran virus corona lewat karya kreasi kami," kata pendiri The Goods Dept sekaligus relawan, Anton Wirjono.
"Sudah sepatutnya sebagai orang Indonesia bergotong royong menolong bangsa. Sebagai seniman, saya berkontribusi melalui karya seni saya yang dijadikan desain masker kain non-medis. Selain itu semoga gerakan ini dapat menginspirasi seniman Indonesia lainnya untuk turut berkontribusi,” ungkap seniman Abenk Alter.
Untuk berkontribusi dalam gerakan ini cukup sederhana yakni Pesan 1, Berbagi 3, artinya cukup dengan memesan dengan 1 masker kain, pemesan bisa sekaligus berbagi 3 masker kain lainnya kepada mereka yang membutuhkan.
Untuk menyalurkan masker kain non-medis, Masker untuk Indonesia bermitra dengan sejumlah organisasi seperti BenihBaik.com, GP ANSOR (Gerakan Pemuda ANSOR), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), Gerakan Indonesia Kuat, PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia), dan Yayasan Langkah Kasih.
Masker kain non-medis ini dapat dipesan di www.maskeruntuk.id, masker ini dibuat dengan bahan dasar scuba yang mampu mencegah partikel dan droplets karena seratnya yang halus dan padat. Masker ini juga bisa dicuci dan digunakan secara berulang kali. Bukan hanya aman, bahan yang lembut dan tidak mudah sobek akan membuat pengguna lebih nyaman menggunakannya.
Seperti yang diunggah dalam akun Youtube Masker untuk Indonesia, gerakan ini juga mendapat dukungan dari berbagai selebriti serta tokoh masyarakat yaitu Andy F. Noya, Najwa Shihab, Chicco Jerikho, Joe Taslim, Julie Estelle, Nino RAN, Armand Maulana, Yosi Mokalu, Caca Tengker, Didiet Maulana, Lukman Sardi, Uya Kuya, Choky Sitohang, Giring Ganesha, Melaney Ricardo, Boy William, Jessica Mila dan beberapa nama lain yang turut menyuarakan kepedulian untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Diharapkan dengan semakin banyak masyarakat yang berkontribusi, gerakan MASKER UNTUK INDONESIA ini dapat membantu meredam penyebaran pandemi serta membantu meningkatkan produktivitas UMKM Indonesia untuk terus berkarya.

Komentar