Keputusan Penghentian Sementara Operasional KRL Jabodetabek Belum Final
ASKARA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan operasional KRL akan dihentikan sementara, 18 April 2020 mendatang.
Hal itu dikatakan Ridwan Kamil usai rapat dengan PT KCI yang merupakan operator Commuterline Jabodetabek. Meskipun pemberhentian operasional tersebut masih menunggu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Tangerang Raya.
"Tadi rapat di KCI, mungkin akan coba diberhentikan itu tanggal 18 April. Pada saat PSBB dari Tangerang Banten berlangsung," ungkap Ridwan, Rabu (15/4).
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT), Polana B. Pramesti mengatakan, keputusan penghentian operasi KRL Jabodetabek tersebut belum final.
"Menyangkut usulan para pemerintah daerah Bodetabek untuk menghentikan sementara operasional KRL masih butuh pembahasan lanjut," ungkap Polana saat dikonfirmasi Askara, Kamis (16/4).
Saat ini, kata Polana, moda transportasi kereta commuter line masih beroperasi yang sementara akan diberlakukan hingga 17 April mendatang.
"Untuk sementara sampai dengan tanggal 17 April KRL tetap beroperasi dengan jadwal pagi mulai pukul 05.00 WIB dari Bodetabek sampai dengan petang pukul 18.00 WIB," ujarnya.
Sementara itu, Manager External Relations PT KCI, Adli Hakim menyampaikan pihaknya telah mengetahui sejumlah usulan untuk menghentikan sementara operasional KRL. Namun sampai saat ini pembahasan usulan tersebut masih dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI, dan PT KCI.
"Selama dalam pembahasan, pada 16-17 April ini KRL Commuter Line masih beroperasi sebagaimana pada masa PSBB," ungkapnya melalui keterangan tertulis.

Komentar