Rabu, 17 Juni 2026 | 15:30
LIFESTYLE

Secuil Hal Positif Kehadiran Virus Corona

Secuil Hal Positif Kehadiran Virus Corona
Psikolog Bayu Asri Gusnindar (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Penyebaran virus corona membuat sendi-sendi kehidupan manusia normal berubah drastis. Kekhawatiran terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini membuat orang-orang waspada. Namun, di sisi lain, menurut psikolog ada hal positif di balik kehadiran virus Covid-19 walaupun tentu saja sisi negatifnya tak terbantahkan. 

Psikolog Bayu Asri Gusnindar mengatakan, wabah corona membuat pemerintah  mengimbau masyarakatnya agar tetap berdiam di rumah lantaran dinilai ampuh meminimalisir penyebaran virus corona. 

Pasalnya, hubungan dengan keluarga yang selama ini relatif renggang dengan kehadiran media sosial menjadi lebih erat. Belum lagi ditambah dengan kesibukan masing-masing. Berkumpul di rumah membuat hubungan emosional menjadi lebih dalam dan lebih perhatian. 

Bayu mengingatkan agar masyarakat yang saat ini sedang di rumah untuk merenungkan kematian, sehingga lebih dekat dengan Tuhan. Terlebih, menurutnya, adanya hal kematian merupakan pembelajaran manusia untuk bisa lebih baik lagi. 

"Hal positif dalam masyarakat. Dalam keluarga yang normal seharusnya tentunya semakin kompak, makin akrab dan secara emosional saling peduli. Secara spiritual meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, karena semakin dekat pada kematian," ujar Bayu kepada Askara, beberapa waktu lalu. 

Berdasarkan data worldometers, Senin (23/3), saat ini di dunia terkonfirmasi sebanyak 351.084 orang positif corona, yang pulih dan berhasil dipulangkan sebanyak 100.569 orang dan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 15.337 orang.

Jumlah kematian akibat virus berbahaya di dunia ini membuat seluruh negara sepakat untuk memperketat pencegahan, yang berdampak pada masyarakat sehingga merasa takut hingga mematuhi aturan yang diberlakukan mulai dari berada di rumah, social distancing hingga sangat ketat menjaga kebersihan. 

Dari hal tersebut, kata Bayu, akhirnya menimbulkan rasa tolerasi yang tinggi sesama masyarakat untuk saling melindungi diri agar tidak terpapar virus, termasuk bagi semua keluarga yang tidak ingin merasa kehilangan.

"Semua akhirnya saling memberi perhatian satu sama lain, komunikasi baik dengan teman maupun keluarga semakin intens. Mereka takut kehilangan orang dicintai, sehingga saling menghargai dan menjaga satu sama lain," ujarnya. 

Namun Bayu juga menyarankan bagi masyarakat yang mungkin berada di rumah namun jauh dengan keluarga di tengah wabah ini, sebaiknya tidak perlu panik ataupun sedih.

"Mungkin tidak semua orang berkumpul di rumah bersama keluarganya, apalagi untuk para perantau yang di mana keluarganya berada di kampung halaman, jika ingin pulang karena rindu bercampur panik sebaiknya perasaan tersebut jangan dilanjutkan," tuturnya.

Kepanikan, kata Bayu, merupakan hal wajar namun harus dengan situasi saat ini seseorang harus menitikberatkan kepada risiko yang ditimbulkan dan tetap rasional, misalnya mempertimbangkan baik buruk ketika tetap harus pulang.  

"Panik itu karena belum tahu apa yang harus dilakukan. Kalau sudah tahu, sebaiknya jangan panik. Ikuti prosedur atau anjuran dokter, para ahli, dan pemerintah. Makanya masyarakat harus cerdas," kata Bayu.

Bayu menyarankan agar masyarakat yang jauh dari keluarga untuk tetap menjaga kesehatan mentalnya, misalnya meluangkan waktu untuk melakukan hal menyenangkan, adapun melampiaskan rindu sejenak dengan keluarga melalui panggilan video, yang menurutnya ampuh untuk meminimalisir rasa panik dan sedih.  

"Tetap ikuti imbauan pemerintah. Sadari penuh, karena ini untuk kepentingan bersama, selama nggak bisa pulang, buat kegiatan di rumah sesuai hobi masing-masing. Dan mereka harus tetap masih bisa video call dengan sanak keluarga di kampung," pesannya. 

Ditambahkan Bayu, tetap berpikir bahwa dengan tidak pulang adalah cara menyayangi dan mencintai keluarga agar mereka yang berada di kampung halaman terhindar dari virus.

"Ya, selama sudah diusahakan tidak bisa, ada baiknya menahan diri dan pikiran difokuskan untuk kesehatan diri dan keluarga di kampung juga orang-orang di sekitar. Karena siapa tahu kita tidak tahu bahwa kita sendiri yang bawa virus tersebut ke kampung," tandasnya.

Komentar