Om Piet Bagikan Pengalaman Terapi
Pengacara Muda yang Sempat Dipapah Kini Kembali Beraktivitas
ASKARA - Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet kembali membagikan pengalaman saat mendampingi pasien yang datang mencari alternatif pemulihan kesehatan melalui terapi accupressure.
Kali ini, kisah yang dibagikannya adalah tentang seorang pengacara muda berusia sekitar 30 tahun, yang disebutnya sebagai "Si Abang". Pria yang telah berkeluarga dan memiliki seorang anak berusia tiga tahun itu sebelumnya datang dalam kondisi fisik yang menurun.
Menurut Om Piet, pertemuan pertama berlangsung sekitar sepekan lalu di area parkir sebuah gereja di Jakarta Timur. Saat itu, pasien datang didampingi istri dan keluarganya karena mengalami kesulitan berjalan akibat kondisi kesehatan yang dikeluhkannya.
"Ketika pertama kali datang, lututnya bengkak dan kondisi tubuhnya terlihat lemah. Setelah menjalani terapi, sempat mengalami pusing dan harus beristirahat," tutur Om Piet.
Berdasarkan pengamatan pribadinya, pasien tersebut diduga mengalami beberapa gangguan kesehatan yang saling berkaitan. Namun Om Piet menegaskan bahwa penentuan diagnosis tetap menjadi kewenangan tenaga medis profesional.
Pada pertemuan berikutnya yang berlangsung Sabtu (30/5/2026), Om Piet melihat adanya perubahan kondisi. Pasien yang sebelumnya harus dipapah, kini disebut sudah dapat berjalan lebih baik dan beraktivitas dengan lebih leluasa.
"Tadi datang dengan langkah yang lebih tegap bersama istri dan ibunya. Kondisinya terlihat lebih baik dibandingkan saat pertama bertemu," ujarnya.
Dalam sesi terapi lanjutan, pasien juga tampak lebih bersemangat dan bahkan memberikan motivasi kepada peserta lain yang sedang menjalani terapi.
Menurut Om Piet, pengalaman tersebut menjadi salah satu kisah yang memberinya semangat untuk terus membantu masyarakat yang mencari pendampingan kesehatan melalui metode accupressure.
Meski demikian, Om Piet tetap mengingatkan pentingnya pemeriksaan medis untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan secara objektif.
"Saya selalu menyarankan pasien untuk tetap berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti pemeriksaan medis. Terapi ini adalah bentuk ikhtiar pendamping," katanya.
Om Piet, yang merupakan lulusan Teknik Universitas Indonesia dan pensiunan Kompas Gramedia Group, selama beberapa tahun terakhir dikenal aktif membantu masyarakat melalui terapi pijat pada jari jemari dan titik-titik tertentu pada tubuh yang menurutnya dapat membantu melancarkan peredaran darah dan meningkatkan kebugaran.
Baginya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat berbagi kepada sesama, terutama bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan kondisi kesehatannya.
"Mereka mencari harapan dan alternatif untuk menjadi lebih sehat. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan kekuatan," ujar Om Piet.

Komentar