Senin, 31 Agustus 2026 | 06:36
LIFESTYLE

BerandaMAS Tawarkan Hunian Berbasis Energi di Housing Expo 2026

BerandaMAS Tawarkan Hunian Berbasis Energi di Housing Expo 2026
Housing Expo 2026 (Dok Hartono)

ASKARA – Konsep hunian masa depan yang menggabungkan tempat tinggal, energi, teknologi, dan fasilitas gaya hidup diperkenalkan PT Permata Graha Nusantara (PGNMAS) melalui berandaMAS dalam Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Tangerang, 27–30 Agustus 2026.

BerandaMAS, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), mengusung konsep Indonesia First Energy-Based Housing Estate. Di tengah pameran yang menghadirkan sekitar 130 pengembang dengan lebih dari 120.000 unit hunian, konsep tersebut menawarkan ekosistem perumahan yang menjadikan energi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Direktur Utama PGNMAS, Dian Kuncoro, mengatakan berandaMAS memberikan alternatif kepemilikan rumah dengan dukungan pembiayaan dari bank Himbara, antara lain BTN, BSI, dan BRI. Skema yang ditawarkan berupa uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen, serta tenor hingga 30 tahun. Cicilan ditawarkan mulai sekitar Rp4 juta untuk tipe Tanagi, Rp5 juta untuk Anila, dan Rp6 juta untuk Adanu.

Dari sisi energi, setiap rumah terhubung jaringan gas bumi PGN yang dipasok 24 jam. Konsep ini dipadukan panel surya berkapasitas 1.300 watt peak serta konektivitas digital. Pemanfaatan gas bumi diproyeksikan dapat menghemat biaya energi rumah tangga hingga sekitar 50 persen per bulan.

Aspek digital juga menjadi bagian dari konsep hunian. Jaringan fiber optik PT Telemedia Dinamika Sarana (Gasnet), afiliasi PGN, mendukung konektivitas internet, sementara fitur smart home dan IP Live Camera disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan penghuni.

Tak hanya mengandalkan teknologi, kawasan berandaMAS dirancang dengan ruang terbuka hijau, taman, jalan kawasan yang luas, serta fasilitas olahraga seperti padel dan badminton court. Rancangan arsitek Andra Matin juga mengoptimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami. Jarak antarbangunan turut dirancang untuk membantu mengurangi potensi rambatan api.

Pada tahap pertama, sebanyak 154 unit telah dibangun dan 26 unit di antaranya berstatus ready stock. Tipe Tanagi 66/60 ditawarkan mulai Rp885 juta, Anila 89/84 sekitar Rp1,19 miliar, dan Adanu 109/105 mulai Rp1,4 miliar. Adanu dengan luas tanah 135 meter persegi tersedia sekitar Rp1,7 miliar. Seluruh unit memiliki HGB terpecah dan konsumen mendapatkan promo gratis iuran pemanfaatan gas bumi selama tiga tahun dengan pilihan full atau semi-furnished.

BerandaMAS juga memiliki keunggulan dari sisi konektivitas kawasan. Hunian tersebut berada di kawasan terpadu Vida Bekasi yang dilengkapi fasilitas pendidikan, olahraga, dan komersial. Akses transportasi didukung TransJakarta Vida–Cawang, LRT, dan Bus Patriot, sementara Tol Jatiasih berjarak sekitar lima kilometer.

Sejumlah fasilitas pendidikan juga berada di sekitar kawasan, antara lain Binus School, Al Azhar Kemang Pratama, dan Sekolah Victoria Plus Bekasi Kemang Pratama. Pengembangan infrastruktur jalan di masa mendatang dinilai berpotensi semakin memperkuat aksesibilitas kawasan.

PGNMAS kini juga mengkaji pengembangan tahap kedua dengan sisa landbank sekitar dua hektare. Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas layanan beyond gas, dengan menjadikan berandaMAS sebagai proyek percontohan integrasi jaringan gas bumi dengan layanan energi dan teknologi dalam kawasan hunian.

Transformasi PGN di Bawah Danantara

Di balik konsep berandaMAS, terdapat perubahan strategis yang lebih besar dalam arah bisnis PGN. Badan Pengelola Investasi Danantara mendorong PGN untuk mengubah fokus bisnis dari sektor hulu menuju rantai pasok tengah hingga hilir (midstream to downstream).

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebut perubahan tersebut sebagai bagian dari transformasi besar yang diarahkan untuk menjadikan PGN lebih fokus pada infrastruktur pipa, distribusi, dan penjualan gas kepada konsumen.

Dengan arah baru tersebut, PGN diharapkan tidak hanya memasok gas untuk industri, tetapi juga memperluas distribusi langsung ke rumah tangga. Langkah ini sejalan dengan agenda Gasifikasi Nasional untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi yang efisien bagi masyarakat.

Uji coba distribusi gas untuk jaringan rumah tangga juga telah dimulai di Batam. Kawasan tersebut dipilih sebagai salah satu lokasi awal untuk menguji pengembangan jaringan gas yang nantinya diarahkan hingga langsung masuk ke rumah-rumah masyarakat.

Transformasi ini menempatkan PGN pada posisi yang semakin dekat dengan konsumen akhir. Infrastruktur gas, jaringan distribusi, teknologi digital, dan hunian kemudian dipadukan menjadi satu ekosistem energi.

Dengan demikian, kehadiran berandaMAS di Danantara Housing Expo 2026 bukan sekadar menawarkan rumah baru. Konsep tersebut memperlihatkan arah baru bisnis energi, ketika gas bumi tidak lagi hanya identik dengan kebutuhan industri, tetapi mulai ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan rumah tangga.

Jika konsep ini berkembang secara konsisten, rumah masa depan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem energi yang lebih efisien, terkoneksi, dan berkelanjutan.

 

Komentar