Minggu, 07 Juni 2026 | 13:47
LIFESTYLE

Om Piet Bagikan Pengalaman Dampingi Pasien dengan Beragam Keluhan Kesehatan

Om Piet Bagikan Pengalaman Dampingi Pasien dengan Beragam Keluhan Kesehatan
Ilustrasi Om Piet dengan pasien (Dok Askara)

ASKARA - Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet kembali membagikan sejumlah pengalaman saat mendampingi pasien yang mencari terapi alternatif untuk berbagai keluhan kesehatan. Lulusan Teknik Universitas Indonesia dan pensiunan Kompas Gramedia Group itu mengaku telah membantu banyak orang melalui metode accupressure yang dijalaninya sejak 2011.

Dalam catatannya yang dibagikan pada 6 Juni 2026, Om Piet menceritakan pengalaman mendampingi seorang pria berusia 30 tahun bernama Robby yang sebelumnya mengeluhkan sakit kepala dan sempat menjalani pemeriksaan medis.

Menurut Om Piet, Robby datang kepadanya atas rekomendasi seorang teman. Setelah menjalani beberapa kali terapi, Robby kembali melakukan pemeriksaan ke dokter.

"Temannya kemudian menyampaikan kepada saya bahwa tindakan operasi yang sebelumnya direncanakan tidak jadi dilakukan," ujar Om Piet.

Ia mengaku turut bersyukur mendengar perkembangan tersebut. Namun demikian, Om Piet tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan medis maupun diagnosis yang diterima pasien.

Selain Robby, Om Piet juga membagikan pengalaman mendampingi seorang pengusaha yang tinggal di kawasan Cinere. Menurutnya, pria tersebut selama bertahun-tahun mengeluhkan pusing ketika mencium aroma parfum atau wewangian tertentu.

Keluhan tersebut, kata Om Piet, cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama menjelang acara keluarga yang akan dihadiri banyak tamu.

"Minggu lalu kami bertemu kembali dan beliau mengaku sudah lebih nyaman saat mencium aroma parfum dibanding sebelumnya," tuturnya.

Om Piet mengatakan, selama menjalani terapi ia kerap menemui pasien dengan berbagai keluhan yang menurutnya unik dan beragam. Beberapa di antaranya memiliki gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis khusus.

Meski banyak menerima testimoni positif dari pasien, Om Piet menegaskan bahwa dirinya selalu mendorong setiap orang untuk tetap berkonsultasi dengan dokter dan menjalani pemeriksaan medis sesuai kebutuhan.

"Terapi yang saya lakukan adalah bagian dari ikhtiar membantu sesama. Untuk diagnosis dan penanganan medis tetap menjadi kewenangan dokter dan tenaga kesehatan," ujarnya.

Bagi Om Piet, kegiatan yang dijalaninya selama bertahun-tahun merupakan bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat yang sedang berjuang menghadapi masalah kesehatan.

"Indahnya berbagi, mari berbagi selagi masih bisa berbagi," katanya.

 

Komentar