Rabu, 01 Juli 2026 | 12:20
LIFESTYLE

Om Piet Bagikan Kisah Tiga Pasien Stroke, Alami Perubahan Usai Terapi

Om Piet Bagikan Kisah Tiga Pasien Stroke, Alami Perubahan Usai Terapi
Ilustrasi Om Piet dan tiga orang pasiennya (Dok Askara)

ASKARA - Terapis pijat berbasis titik tubuh, Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet, kembali membagikan pengalaman menangani pasien dengan berbagai kondisi serius, termasuk stroke dan komplikasi penyakit lainnya.

Dalam catatannya, Om Piet menceritakan kisah tiga pasien yang ditanganinya, yakni Pak Jak, Pak Jef, dan Mas Cik. Ketiganya datang dengan latar belakang dan kondisi kesehatan berbeda, namun memiliki kesamaan dalam gangguan fungsi tubuh yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Pak Jak, seorang pejabat di salah satu instansi pemerintah, diketahui telah mengalami stroke sebanyak dua kali. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan berjalan dan berbicara.

Om Piet mengaku pernah membantu Pak Jak sejak 2015 saat dirawat di rumah sakit di Jakarta Selatan. Pertemuan kembali terjadi pada Rabu lalu di kawasan Bintaro.

“Setelah terapi, beliau mulai bisa berbicara lebih jelas dan terlihat lebih percaya diri,” ujar Om Piet, Jumat (1/5).

Kondisi serupa dialami Mas Cik, seorang penyanyi yang biasa tampil dalam acara pernikahan. Stroke yang dideritanya membuat kemampuan bicara dan bernyanyinya terganggu.

Namun, setelah menjalani beberapa kali terapi, Mas Cik mengaku mulai kembali bisa bernyanyi. Selain itu, ia juga mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

“Dulu berat badan di atas 100 kilogram, sekarang sudah turun dan tubuh terasa lebih ringan,” ungkap Om Piet, lulusan Fakultas Teknik UI dan pensiunan Gramedia Grup ini.

Sementara itu, pasien lainnya, Pak Jef, mengalami komplikasi diabetes yang berdampak pada penglihatan. Ia disebut mengalami gangguan serius pada mata hingga didiagnosis glaukoma.

Setelah menjalani terapi, Om Piet menyebut kondisi penglihatan pasien mulai menunjukkan perubahan, termasuk kemampuan beraktivitas secara mandiri seperti berjalan dan naik tangga.

Om Piet menjelaskan, metode yang digunakannya diawali dengan pijatan pada jari jemari untuk mendeteksi kondisi organ tubuh, kemudian dilanjutkan pada titik-titik tertentu di bagian tubuh guna membantu melancarkan sistem saraf dan peredaran darah.

Meski demikian, ia menegaskan, terapi tersebut merupakan upaya pendamping dan tidak menggantikan perawatan medis.

“Ini bagian dari ikhtiar membantu sesama. Tetap harus dibarengi pemeriksaan dan penanganan dari dokter,” ujarnya.

Kisah tiga pasien tersebut menjadi salah satu rangkaian pengalaman yang dibagikan Om Piet dalam praktik terapinya, yang ia jalani dengan semangat berbagi dan membantu sesama.

 

 

Komentar