Rabu, 17 Juni 2026 | 01:03
LIFESTYLE

Terapi Keluarga, Om Piet Ceritakan Perubahan Kondisi Dua Pasien Diabetes

Terapi Keluarga, Om Piet Ceritakan Perubahan Kondisi Dua Pasien Diabetes
Ilustrasi Om Piet dan pasien (Dok Gemini)

ASKARA - Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet kembali membagikan kisah pengalamannya mendampingi pasien melalui terapi pijat pada jari jemari dan beberapa titik tubuh tertentu. Pensiunan Kompas Gramedia Group dan lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) itu mengaku bersyukur melihat perkembangan kondisi kesehatan sebuah keluarga yang ditanganinya di kawasan Pondok Gede.

Dalam catatan yang dibagikannya, Om Piet menceritakan pertemuan pertamanya dengan keluarga tersebut berlangsung pada Senin malam atas ajakan seorang teman ayah dari May, anggota jemaat gerejanya.

Saat itu, ibu May yang berusia 62 tahun disebut dalam kondisi lemah dan menjalani terapi insulin akibat diabetes. Adik laki-laki May juga mengalami kondisi serupa dan tampak kurus serta lemah.

"Senin lalu mereka lemah sekali. Saya bantu dengan terapi. Saat itu mereka merasakan sakit pada beberapa titik tubuh yang diterapi," tutur Om Piet, Selasa (16/6).

Beberapa hari kemudian, Om Piet kembali mendapat telepon dari May yang memintanya datang ke rumah mereka. Dengan menggunakan ojek daring, ia mendatangi rumah keluarga tersebut yang berada di kawasan Pondok Gede.

Menurut Om Piet, ia melihat perubahan kondisi dibandingkan saat pertemuan pertama. Ibu May sudah dapat berjalan lebih lancar, sementara sang adik juga terlihat lebih bugar.

May, lanjut Om Piet, sempat mengungkapkan keheranannya karena saat terapi kedua dilakukan, rasa sakit yang sebelumnya muncul sudah jauh berkurang.

Om Piet mengaitkan hal tersebut dengan membaiknya kondisi organ-organ tubuh yang menurut pandangannya berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Selain perubahan kondisi fisik, keluarga tersebut juga menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terbaru. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kadar gula darah ibu May setelah mendapatkan insulin berada pada angka 135 mg/dL, sehingga dokter yang merawat menurunkan dosis insulin menjadi empat unit.

Sementara itu, hasil pemeriksaan gula darah puasa pada adik May disebut berada di angka 95 mg/dL, demikian pula kadar gula darah setelah makan yang tercatat pada angka yang sama.

"Pankreas, hati, dan ginjal merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Saya berpesan agar kesehatan organ-organ tersebut terus dijaga," ujar Om Piet.

Ia menambahkan, apa yang dilakukannya merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.

"Indahnya berbagi. Mari berbagi selagi masih bisa," katanya.

Om Piet selama ini dikenal banyak membantu masyarakat yang mencari alternatif pendampingan kesehatan. Meski demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya pemeriksaan medis dan mengikuti anjuran dokter dalam penanganan penyakit, termasuk diabetes dan penggunaan obat-obatan.

 

Komentar