Om Piet Bagikan Kisah Pasien Stroke Kembali Percaya Diri
ASKARA - Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet kembali membagikan pengalaman saat mendampingi pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat stroke. Kali ini, kisah tersebut datang dari seorang pejabat asal Palembang yang disebutnya mengalami kesulitan berbicara setelah terserang stroke.
Dalam catatan yang dibagikan pada 1 Juni 2026, Om Piet menuturkan bahwa pasien yang ia sebut sebagai Om Lex telah cukup lama mengalami stroke. Selain mengalami gangguan pada cara berjalan, pasien juga mengalami kesulitan berkomunikasi karena fungsi bicara yang terganggu.
"Yang paling dirasakan pasien adalah kesulitan berbicara dengan keluarga maupun rekan kerja," ujar Om Piet.
Menurut Om Piet, pertemuan dengan pasien berlangsung di kawasan Kemang Pratama, Bekasi. Pasien datang didampingi istri dan anggota keluarganya untuk mengikuti terapi accupressure yang selama ini dijalankannya.
Om Piet menjelaskan, metode yang digunakan berupa pijatan pada jari-jari tangan dan beberapa titik tubuh tertentu yang menurutnya berkaitan dengan fungsi organ dan sistem saraf.
Dalam sesi terapi tersebut, Om Piet mengaku melihat adanya perubahan pada kemampuan bicara pasien. Ia menyebut pasien yang sebelumnya berbicara kurang jelas mulai mampu mengucapkan kata-kata dengan lebih tegas.
"Pasien terlihat lebih percaya diri untuk berbicara dan berkomunikasi," katanya.
Momen tersebut, lanjut Om Piet, disaksikan oleh keluarga yang mendampingi. Menurut pengakuannya, pasien bahkan langsung melantunkan sholawat dengan suara lantang setelah sesi terapi selesai.
Keluarga pasien disebut menyambut positif perkembangan yang terjadi. Mereka juga mendokumentasikan momen tersebut sebagai bagian dari perjalanan pemulihan pasien.
Meski demikian, Om Piet menegaskan bahwa terapi yang dilakukannya merupakan bentuk pendampingan dan upaya membantu pasien dalam proses pemulihan. Ia tetap mendorong pasien untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Lulusan Teknik Universitas Indonesia dan pensiunan Kompas Gramedia Group itu selama bertahun-tahun dikenal aktif memberikan terapi accupressure kepada masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, setiap perkembangan yang dialami pasien merupakan bagian dari ikhtiar yang perlu disertai pendampingan medis, dukungan keluarga, dan semangat untuk pulih.
"Bagi saya, yang terpenting adalah membantu orang tetap memiliki harapan dan semangat untuk sehat kembali," ujar Om Piet.
Catatan: Klaim mengenai perubahan kondisi kesehatan pasien dalam berita ini merupakan pengalaman dan testimoni yang disampaikan oleh Pieter Dasion serta pihak keluarga pasien. Evaluasi medis dan diagnosis tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan profesional.

Komentar