Rabu, 17 Juni 2026 | 17:09
NEWS

DPR: Alat Pelindung Diri Paramedis Semakin Menipis

DPR: Alat Pelindung Diri Paramedis Semakin Menipis
Alat Pelindung Diri Paramedis (Gadgetdiva.id)

ASKARA - Minimnya Alat Pelindung Diri (APD) untuk para dokter dan petugas medis yang berjibaku menangani pasien suspect maupun positif Corona (Covid-19) menuai keprihatinan dari Anggota DPR RI. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengatakan, dengan APD yang kurang memadai, para pejuang ini malah akan menyebabkan rentannya penularan virus penyebab pandemi global asal Wuhan, Tiongkok ini.

"Wabah ini terus meluas, jumlah pasien yang harus ditangani juga semakin meningkat. Para dokter dan tenaga medis ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi wabah yang sudah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional ini," ujarnya, Rabu (18/3).

Seharusnya, kata dia, jangan sampai ada dokter atau tenaga medis yang menangani virus ini menjadi ikut sakit dan turut menjadi korban. Pemerintah Pusat juga harus memastikan bahwa APD tersebut layak dan maksimal digunakan untuk para dokter maupun tenaga pendukung lainnya. 

"Kasus meninggalnya satu orang perawat di salah satu RS akibat terpapar Covid-19 harusnya jadi peringatan akan pentingnya ketersediaan APD ini dan perlindungan bagi para tenaga medis, saya prihatin mendapat informasi sudah ada dokter yang membantu penanganan wabah ini yang sudah dinyatakan positif Covid-19," imbuhnya. 

Bahkan, kata dia, APD yang tersedia saat ini semakin menipis jumlahnya dibandingkan yang dibutuhkan, mulai dari masker, khususnya berjenis N95, pelindung wajah, pelindung mata, tangan, badan sampai rambut, padahal APD tersebut mutlak dimiliki dan digunakan para dokter dan paramedis yang menangani langsung pasien Covid-19.

Mufida juga menyoroti asupan makanan bergizi, termasuk ruangan yang layak dan juga tambahan paramedis bagi para dokter dan tenaga medis lain. 

"Pemerintah perlu mempertimbangkan tren kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 yang penambahannya sudah mengikuti deret ukur untuk diikuti dengan pengerahan tambahan dokter dan paramedis dari berbagai spesialis yang relevan dengan penanganan Covid-19," ujar Mufida.

Selain itu, kurangnya prasarana pendukung yang dibutuhkan oleh pasien suspect maupun positif Covid-19 juga menjadi sorotan.

"Antara lain ventilator, kamar rawat tekanan negatif untuk isolasi yang jumlahnya juga sedikit di RS rujukan, yang sangat dikhawatirkan tidak mencukupi ketika jumlah suspect dan positif Covid-19 meningkat seperti yang terjadi saat ini," pungkasnya. 

Komentar