Akibat Lockdown, Dunia Jadi Mati Suri
Malaysia baru saja menyatakan, bahwa mereka akan melakukan lockdown, menjadi negara Asia yang ke empat melakukan ini. Kemaren, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam siaran berita utama memberikan warning selama 30 Menit kepada seluruh rakyatnya dengan menyatakan bahwa Belanda akan menghadapi masa tersulit dalam sejarah kehidupan Belanda.
Padahal Belanda termasuk Top Ten negara terkaya di Eropa dengan memiliki sumber gas alam terbesar di dunia. Sehingga mampu menjamin setiap penduduk Belanda bekerja ataupun tidak bekerja bisa mendapatkan penghasilan minimum Euro 1.500 (Rp 25 juta) / Bulan. Walaupun demikian Belanda tidak berani terburu-buru mengumumkan lockdown bagi negaranya.
Hebatnya Belanda sejak pengumuman tersebut hampir di setiap apartemen, mereka saling menawarkan untuk membantu para lansia ataupun yang sakit untuk pergi belanja ataupun berpergian entah kemanapun juga sebagai sukarelawan.
lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika arti ini dikaitkan dengan wabah Corona, lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.
Contoh di Wuhan penduduk dilarang keluar rumah dan hukumannya penjara bagi mereka yang melanggar aturan tersebut. Begitu juga dengan di Italia, mereka yang melanggar didenda Euro 250. Jadi benar-benar seperti dipenjara di dalam rumah.
Di Wuhan mereka tidak bisa belanja di luar rumah, semuanya harus melalui online. Disamping itu mereka tidak bisa bekerja. Beruntung mereka dibantu oleh pemerintah setempat. Jadi daerah yang di lockdown itu benar-benar mati suri.
Bagaimana apabila diberlakukan lockdown di Indonesia? Para PNS tidak perlu khawatir karena gaji mengalir terus. Namun bagaimana dengan pengendara Ojol yang jutaan jumlahnya. Darimana mereka bisa dapat uang untuk biaya hidup mereka sehari-hari. Sedangkan tagihan cicilan motor berjalan terus? Begitu juga dengan para pedagang kaki lima, mereka yang pada saat ini masih memiliki penghasilan dari gaji bulanan? Namun tanyakan pada diri sendiri berapa lama lagi hal ini masih bisa bertahan.
Misalnya penerbangan KLM langsung mem-PHK lebih dari dua ribu karyawannya. Bisakah perusahaan anda bertahan terus selama berbulan-bulan dengan tanpa adanya income?
Berdasarkan prediksi dari tim ahli Presiden Trump (USA) puncak dari wabah Corona ini akan terjadi pada bulan Juli atau Agustus mendatang. Apakah perusahaan Anda mampu bertahan sekian lamanya tanpa income sedangkan gaji buruh harus dibayar terus?
Perusahaan konsultan penerbangan Capa di Sydney, memprediksi bisnis penerbangan akan bangkrut bergelimpangan dalam hitungan minggu mendatang ini. Di China lebih dari 780 juta orang yang terisolasi, karena lockdown, namun mereka tetap tabah, bahkan China masih bisa dan juga mau membantu negara lain seperti Italia, Irak dan negara lain.
Beda dengan Amerika, mereka bukannya membantu bahkan menfitnah China sebagai biang kerok ataupun penyebab dari Corona ini. Jangankan saling bantu, bahkan mereka saling rebutan untuk memborong habis makanan dari supermarket. Dan yang lebih gila lagi, mereka saling berlomba-lomba untuk membeli senjata pribadi, sehingga pada saat Corona ini penjualan senjata di USA semakin meningkat drastis.
Maka tepatlah apa yang diungkapkan oleh Presiden Serbia Aleksandar Vucic dimana ia mengatakan solidaritas Eropa hanyalah cerita dongeng (fairytale) semata alias omdo (omong doang) ketika Uni Eropa menolak mengekspor peralatan medis untuk virus Corona ke Serbia.
Beda dengan China bukan hanya sekedar bantu mengekspor peralatan medis saja, mereka juga bantu mengirimkan lengkap dengan tim medis-nya. Walaupun China sering dicibirkan namun kenyataannya mereka memiliki rasa kasih dan solidaritas yang jauh lebih besar daripada negara yang mengakui sebagai negara yang beragama.
Jawablah sendiri apakah Anda sudah sudah siap menghadapi lockdown selama berbulan-bulan?
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam

Komentar