Senin, 22 Juli 2024 | 14:52
NEWS

Profesi Rentan, AJI Jakarta Imbau Jurnalis Hindari Kerumunan

Profesi Rentan, AJI Jakarta Imbau Jurnalis Hindari Kerumunan
Ilustrasi wartawati (Amrullah04.files.wordpress.com)

ASKARA - Sebagai profesi yang biasa bertemu dengan narasumber, wartawan atau jurnalis dinilai rentan terjangkit virus corona. Untuk itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengimbau bagi para jurnalis agar menghindari kerumunan, seperti yang biasa terjadi saat konferensi pers. Hal itu dikatakan untuk menghindari penyebaran virus corona (Covid-19).  

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional non-alam. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sudah melakukan pelarangan dan menutup sarana umum karena dinilai sangat rentan penyebaran virus. 

Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani mengatakan, ada beberapa pilihan untuk menyebarkan informasi ke publik. Seperti siaran pers disertai foto dan video peristiwa dengan catatan keterangan serta hak cipta gambar bergerak maupun tidak bergerak. 

"Lembaran data yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan laporan berita. Live streaming atau pengiriman gambar secara online melalui website atau link resmi yang disediakan oleh narasumber," ujarnya, Minggu (15/3). 

Selain itu, bisa juga melalui siaran langsung melalui platform media sosial atau aplikasi komunikasi dengan disertai waktu untuk tanya jawab melalui kolom komentar atau teknologi suara lainnya.  

"Penyebaran video keterangan pers melalui video singkat dengan keterangan dan hak cipta atas gambar video bergerak," imbuhnya.

Sementara, wawancara atau pertemuan tatap muka dengan narasumber diimbau dilakukan atas pertimbangan mendesak saja. Tentunya, dengan persetujuan pimpinan redaksi. Pencatatan sebagai dokumentasi penelusuran interaksi dekat dengan sesama manusia.  

"Mendesak tim kehumasan dan komunikasi dari para narasumber agar siap menjawab pertanyaan dari para jurnalis. Melalui aplikasi komunikasi maka penting agar menyediakan nomor kontak yang bisa dihubungi demi kepentingan konfirmasi," tuturnya. 

Perubahan strategi ini bersifat sementara demi keselamatan jurnalis di lapangan masa penyebaran Covid-19 mereda. 

Perlu dicatat, walaupun menghindari kerumuman wartawan tetap berpegang teguh pada prinsip kebebasan pers dan hak atas informasi dan bukan alasan bagi para narasumber untuk menyembunyikan informasi penting bagi publik. 

"Utamakan kesehatan dan keselamatan, tidak ada berita seharga nyawa," pungkasnya. 

Komentar