Jumat, 31 Juli 2026 | 12:03
NEWS

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan, Siap Klarifikasi di Dewan Pers

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan, Siap Klarifikasi di Dewan Pers
Suasana ruang sidang Komisi II DPR-RI (Dok PANRB)

ASKARA - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, memberikan klarifikasi terkait polemik ucapannya yang menyebut situasi ruang rapat di DPR "sudah seperti sirkus". Pernyataan tersebut sebelumnya memicu reaksi dari kalangan wartawan yang meliput di kompleks parlemen karena dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap profesi jurnalis.

Dalam keterangan resminya, Deddy menegaskan dirinya menghormati profesi wartawan sebagai salah satu pilar penting demokrasi. Ia menyayangkan munculnya tuduhan bahwa dirinya menghina wartawan tanpa adanya konfirmasi atau permintaan klarifikasi terlebih dahulu.

"Saya sangat menghormati profesi wartawan beserta perannya dalam kehidupan demokrasi. Tuduhan bahwa saya menghina wartawan tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya saya sampaikan," ujar Deddy dalam keterangan yang diterima, Jumat (31/7/2026).

Menurut Deddy, ucapan yang disampaikannya saat rapat Komisi II DPR RI berbunyi, "Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini." Ia menegaskan kalimat tersebut ditujukan untuk menggambarkan kondisi ruang rapat yang dinilai semrawut karena banyak orang berdiri dan bergerombol di tengah ruangan, bukan ditujukan kepada wartawan atau kelompok tertentu.

Ia juga membantah telah menghalangi tugas jurnalistik. Deddy menegaskan rapat kerja Komisi II bersama pemerintah berlangsung terbuka sehingga dapat dihadiri wartawan maupun masyarakat. Menurutnya, tidak pernah ada larangan bagi insan pers untuk melakukan peliputan.

Lebih lanjut, Deddy mengingatkan pentingnya verifikasi dan konfirmasi sebelum informasi dipublikasikan kepada masyarakat. Ia berharap apabila terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi mengenai peristiwa tersebut, hal itu dapat diluruskan demi menjaga akurasi dan kepercayaan publik terhadap pemberitaan.

Deddy juga berharap hubungan baik antara DPR RI dan insan pers tetap terjaga. Menurutnya, perbedaan pandangan maupun kesalahpahaman seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dengan tetap menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta prinsip-prinsip jurnalistik yang mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Deddy menyatakan siap memberikan klarifikasi melalui Dewan Pers apabila masih terdapat keraguan atas pernyataannya. Namun ia kembali menegaskan bahwa tidak pernah memiliki niat maupun mengucapkan kata-kata yang dapat dimaknai sebagai penghinaan terhadap profesi wartawan.

Sebelumnya, ucapan "kayak sirkus" yang terlontar dalam rapat Komisi II DPR RI menuai kritik dari sejumlah wartawan parlemen. Mereka menilai pernyataan tersebut bernada merendahkan, sementara Deddy menegaskan bahwa ucapannya semata-mata ditujukan pada kondisi ruang rapat yang dinilai tidak tertib, bukan kepada insan pers.

 

Komentar