Liburan Virus Corona dari Anies Baswedan Telah Tiba
Ortu: De jadi libur 2 Minggu sekolahnya?
Anak: jadi, libur telah tiba, liburan kemana kita?
Ortu: belajar siapin ujian lanjutan ya di rumah.
Anaj: wah Ade mau jalan ah.
Tuh kan kacau, gubernur Jakarta, Anies Baswedan meliburkan semua sekolah di Jakarta selama 2 Minggu. Meliburkan anak sekolah selama 2 Minggu bukanlah jalan keluar tepat untuk melawan penyebaran virus Corona. Harusnya Anies banyak belajar pada Pegadaian, "Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah". Kalo Anies nih, katanya mau menyelesaikan masalah penyebaran virus Corona justru menambah masalah lain. Apakah kebijakan ini sudah dikordinasikan dan disiapkan bersama pemerintah pusat dan tim penanggulangan virus Corona? Sekolah diliburkan, jadi anak justru berpikir mengisi waktu liburnya. Padahal anak saya tuh sedang masa ujian kelas 12. Segala urusan bimbingan belajar juga diliburkan, katanya untuk mengurangi dampak paparan virus Corona. Sekarang giliran diliburkan, anak-anak resah dan justru maunya main dan liburan. Bagaimana mau belajar di rumah? Wong biasanya anak-anak sudah biasa beraktifitas penuh setiap hari.
Apalagi pada masa ujian ini, anak-anak sibuk dengan belajar dan menyiapkan diri ujian. Jika ujian-ujian sekolah ditunda dan ujian nasional ditunda, maka anak Jakarta atau kota yang diliburkan sekolahnya, maka bagaimana status ujian nasionalnya? Sementara anak di daerah lain tetap sesuai waktu ujian nasionalnya. Meliburkan sekolah ini juga akan berdampak pada persiapan dan pelaksanaan ujian masuk perguruan tingginya. Bagaimana pula kesiapan alternatif proses dan pelaksanaan ujian bagi anak-anak Jakarta? Ayo Anies, apa jalan keluar akibat meliburkan sekolah selama 2 Minggu? Untuk itu kami sebagai warga Jakarta meminta pemprov Jakarta:
1. Meninjau ulang meliburkan sekolah selama 2 Minggu,
2. Melakukan sosialisasi dan pendidikan publik agar menjaga kesehatan dan menjaga kota tetap bersih dan sehat.
3. Melakukan kerja sama dan komunikasi dengan pemerintah pusat guna membangun penanganan korban dan perlawanan penyebaran virus Corona.
4. Melakukan dukungan kepada publik untuk membersihkan sarana publik seperti rumah sakit, sekolah, rumah ibadah serta pusat-pusat keramaian untuk melawan penyebaran virus Corona.
5. Melakukan komunikasi dan kegiatan-kegiatan publik agar warga Jakarta tenang dan tetap waspada dalam melawan penyebaran virus Corona.
Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Komentar