Bank Indonesia Musnahkan 50.087 Lembar Uang Rupiah Palsu
ASKARA - Sebanyak 50.087 lembar uang rupiah palsu dimusnahkan Bank Indonesia (BI). Pemusnahan bekerja sama dengan Bareskrim Polri di Jakarta, Rabu (26/2).
Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI, Yudi Harymukti mengatakan, uang rupiah palsu tersebut seluruhnya merupakan hasil temuan dari proses pengolahan uang dan klarifikasi masyarakat di Kantor Pusat Bank Indonesia selama rentang waktu Januari 2017 hingga Januari 2018, serta bukan merupakan barang bukti kasus tindak pidana.
"Uang rupiah palsu yang dimusnahkan terdiri atas pecahan Rp 100.000 sampai dengan Rp 100," ungkapnya.
Dikatakan, pemusnahan uang rupiah palsu ini dilaksanakan berdasarkan surat penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 01/Pen.Mus.Pid/2019/PN.Jkt.Sel tanggal 27 Agustus 2019.
Pemusnahan juga dilakukan sebagai wujud pelaksanaan amanat pengelolaan uang yang dimandatkan kepada BI sebagaimana diatur dalam UU No 7/2011 tentang Mata Uang.
Selain itu, kerja sama Bank Indonesia dan Polri dalam penanggulangan uang Rupiah palsu dilaksanakan sesuai Nota Kesepahaman (NK) antara BI dengan Polri Nomor: 21/7/NK/GBI/2019 - B/105/VIII/2019 tanggal 30 Agustus 2019 tentang Kerja Sama Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Bank Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
"Kerja sama tersebut antara lain diwujudkan dengan pemeriksaan barang bukti pengungkapan kasus uang rupiah palsu, pemberian keterangan ahli dalam pengungkapan kasus uang Rupiah palsu, sosialisasi/edukasi terkait uang rupiah, serta koordinasi dan pertukaran informasi," tuturnya.
Dengan ini, kata Yudi, salah satu hasil nyata dari upaya untuk mencegah dan memerangi praktik pemalsuan uang rupiah adalah melalui pemusnahan uang rupiah palsu.
Selain merugikan masyarakat, praktik pemalsuan uang rupiah juga merendahkan kehormatan rupiah sebagai salah satu simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Diketahui, berdasarkan data BI, rasio uang rupiah palsu pada tahun 2019 tercatat sebesar 8 lembar per 1 juta Uang Yang Beredar (piece per million – ppm). Rasio tersebut, menunjukkan bahwa dalam setiap satu juta lembar uang rupiah yang diedarkan, ditemukan 8 (delapan) lembar uang palsu.
Yudi menegaskan, BI akan terus menanggulangi uang rupiah palsu, baik dari sisi preventif melalui penguatan kualitas unsur pengaman, sosialisasi, dan edukasi mengenai ciri keaslian uang. Hal ini, agar masyarakat terhindar dari risiko menjadi korban penerimaan uang palsu, serta untuk upaya represif guna memberikan efek jera kepada pelaku pemalsuan uang melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menjadi korban penerimaan uang rupiah palsu, melalui mengenali ciri keaslian uang rupiah yakni metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), serta menjaga dan merawat rupiah agar mudah mengenali keasliannya.
"Dalam hal menemukan uang yang diragukan keasliannya, masyarakat dapat melakukan klarifikasi ke kantor Bank Indonesia atau melalui bank terdekat, serta melaporkan kepada kepolisian setempat apabila menemukan adanya tindak pidana pemalsuan uang rupiah di lingkungannya," tandasnya.

Komentar