Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran, Kenali Ciri-cirinya
ASKARA - Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas transaksi keuangan masyarakat biasanya meningkat, terutama dalam bentuk uang tunai. Tradisi memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) dan meningkatnya aktivitas belanja membuat peredaran uang di masyarakat semakin tinggi.
Sayangnya, momen ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri uang asli agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu.
Pelaku biasanya menargetkan tempat-tempat dengan transaksi cepat, seperti pasar tradisional, pedagang kaki lima, hingga pusat perbelanjaan yang ramai. Mereka memanfaatkan kesibukan penjual yang tidak sempat memeriksa uang dengan cermat. Selain itu, penukaran uang di tempat yang tidak resmi juga menjadi salah satu celah masuknya uang palsu ke masyarakat.
Ciri-ciri Uang Asli: 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)
Agar tidak tertipu, masyarakat harus memahami tiga langkah sederhana untuk mengenali keaslian uang rupiah yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
1. Dilihat
Uang asli memiliki warna yang tajam dan tidak luntur. Selain itu, desainnya sangat detail dengan gradasi warna yang tidak mudah ditiru. Pada uang palsu, sering kali warna terlihat lebih pudar atau terlalu mencolok dibandingkan dengan uang asli.
2. Diraba
Permukaan uang asli terasa kasar pada beberapa bagian, terutama pada angka nominal dan tulisan "Bank Indonesia". Hal ini disebabkan oleh teknik cetak khusus yang disebut intaglio printing. Sementara itu, uang palsu cenderung memiliki permukaan yang lebih halus atau terasa seperti kertas biasa.
3. Diterawang
Ketika diterawang ke arah cahaya, uang asli menampilkan gambar watermark berupa wajah pahlawan nasional yang terlihat jelas. Selain itu, terdapat benang pengaman dan tanda air yang sulit ditiru oleh pelaku pemalsuan.
Selain metode 3D, Bank Indonesia juga menyematkan beberapa fitur keamanan tambahan yang semakin menyulitkan pemalsuan, seperti:
- Benang Pengaman: Terdapat benang khusus yang tertanam di dalam uang dan akan tampak berpendar jika disinari ultraviolet.
- Optical Variable Ink (OVI): Pada beberapa pecahan uang, tinta akan berubah warna jika dilihat dari sudut berbeda.
- Kode Blind untuk Tunanetra: Uang asli memiliki cetakan khusus yang bisa dirasakan oleh penyandang tunanetra untuk membedakan nominal uang.
Dengan demikian, dengan meningkatnya transaksi tunai menjelang Lebaran membuat peredaran uang palsu semakin rawan terjadi.
Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri uang asli sangat penting.

Komentar