Senin, 08 Juni 2026 | 15:17
NEWS

Pulau Kosong di Kepulauan Seribu Jadi Tempat Observasi WNI Kru Kapal World Dream

Pulau Kosong di Kepulauan Seribu Jadi Tempat Observasi WNI Kru Kapal World Dream
Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Menkes Terawan memberi keterangan pers soal evakuasi WNI (Okezone)

ASKARA - Selain di Diamond Princess yang terancam virus corona, pemerintah juga tengah mencari solusi untuk mengevakuasi sebanyak 188 WNI yang menjadi kru di Kapal Pesiar World Dream. 

Pasalnya rencana evakuasi di Kapal World Dream ditekankan pemerintah menyusul dihentikannya pengoperasian kapal tersebut akibat wabah corona. 

Hal tersebut disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai menghadap Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2).

"Sementara yang sudah kita putuskan yaitu untuk mengevakuasi anak buah kapal dari World Dream. Kemarin Kapal DR Suharso sudah menuju ke laut sekitar wilayah Riau untuk nanti kemudian dipindahkan ke Kapal DR Suharso dan akan diobservasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh TNI," jelas Muhadjir dalam keterangan persnya. 

Nantinya, seluruh WNI akan menjalani masa observasi pasca evakuasi. Rencananya lokasi observasi ditentukan pemerintah dengan memilih Pulau Sebaru, pulau tak berpenghuni yang terletak di Gugusan Kepulauan Seribu, wilayah administrasi DKI Jakarta.

"Lokasinya sudah kita tetapkan dan sudah disiapkan yaitu di kepulauan. Ada pulau kosong, pulang tidak berpenghuni di Sebaru," kata Muhadjir.

Alasan pemilihan Sebaru lantaran pulau tersebut tidak berpenghuni dan dinilai cocok untuk melakukan observasi.

"Ada tempat yang kita anggap aman karena itu pulau yang tidak ada penghuninya dan fasilitasnya sudah bagus sehingga kita tinggal pakai," tandas Muhadjir.

Sementara, Menkes Terawan Agus Putranto menambahkan bahwa pemerintah akan terlebih dulu fokus mengevakuasi WNI di Kapal Pesiar World Dream  karena resikonya paling kecil.

"Kita baru konsentrasi semua untuk World Dream karena itu yang sudah paling dekat dengan kita. Kita atur supaya dia bisa dapat sarana karantina yang baik dan ini kan yang resikonya paling kecil. Selalu kita ambil yang resikonya paling kecil," paparnya. 

Komentar