Jembatan Desa Sukarame Dibangun Kembali
ASKARA - Satu-satunya jembatan penghubung antara Desa Sukarame dan Desa Sukaraja, Kabupaten Lebak, Banten terputus akibat banjir bandang yang menerjang awal tahun 2020 lalu.
LAZ Al Azhar bersama Yayasan Qudwah Care, B-Erl Peduli, YDSF dan masyarakat sekitar bergotong royong membangun kembali jembatan dimulai dengan peletakan batu pertama di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira pada Senin (17/2).
Akibat banjir, terdapat 27 jembatan hanyut dan rusak, belum lagi 243 unit jembatan di Lebak yang memang belum terbangun. Selama ini, warga hanya memanfaatkan jembatan darurat yang terbuat dari drum dan kayu seadanya. Selain itu, warga menggunakan perahu karet sebagai akses penyeberangan, tanpa pengaman dan sangat membahayakan karena arus Sungai Ciberang cukup deras.
"Kami sangat senang karena jembatan ini sangat penting sekali bagi masyarakat Desa Sukarame dan masyarakat lainnya. Lewat jembatan ini kami bisa melakukan semua aktivitas setiap harinya. Anak-anak bisa sekolah, warga bisa kembali berjualan, bersawah dan akses menuju rumah sakit pun lebih mudah," jelas kata Nanang, salah seorang warga Desa Sukarame.
Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar Agus Nafi menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen melakukan upaya tanggap darurat, penyelamatan korban bencana dan dilanjutkan dengan pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak. Serta melakukan recovery sebagai upaya mengembalikan kondisi pasca bencana untuk bisa lebih baik.
"Semoga pembangunan jembatan ini dapat berjalan dengan baik tanpa adanya halangan. Jadi 8.600 jiwa masyarakat di Desa Sukarame dan Desa Sukaraja bisa memanfaatkan jembatan dengan segera. Untuk target penyelesaiannya rencananya dilakukan selama 45 hari ke depan," jelas Agus.

Komentar