Kamis, 23 Juli 2026 | 14:28
COMMUNITY

Makna di Balik Olah Roso dan Ragawi (4)

Makna di Balik Olah Roso dan Ragawi (4)
Patrick (Dokumentasi pribadi)

ASKARA - Keistimewaan Tanah Jawa khususnya Yogyakarta berhasil memikat hati Patrick dalam mendalami spiritual. 

Bahkan baginya tempat ini seperti rumah yang lengkap menyediakan berbagai kebutuhan spiritual.  

Menurut Patrick, kebudayaan di Tanah Jawa diwariskan secara turun menurun yang hingga kini masih lestari. Seperti halnya Kejawen merupakan kepercayaan yang masih dipegang dan tidak sepenuhnya hilang. 

"Saya ketemu orang lain dan guru-guru lain yang mewakili. Menurut saya, mewariskan yang sangat berharga namanya spiritual Jawa yang sudah lama di sini dan sampai sekarang masih dijaga," ujar Patrick dalam dialog channel Youtube Surya KKS. 

Dihadapkan dengan melimpahnya kebudayaan Indonesia membuat Patrick lebih leluasa memgembangkan dan mampu memperdalam spiritualnya. 

"Maka aku seperti ikan dalam kolam. Apa yang saya cari memang berada di sini karena bukan sebuah benda mati. Orang sekarang masih bisa memahami dan menafsirkan," ucap Patrick. 

Setelah melakukan serangkaian meditasi di Tibet, Patrick kembali ke Yogyakarta tahun 2009 dan langsung bertemu dengan gurunya yang membimbing menjadi seorang biksu berpenampilan layaknya orang biasa. 

"Saya ketemu Mas Joko, kembali tahun 2009. Dia memang membuka hal-hal terkait perilaku saya. Karena untuk mencapai pengertian atau pemahaman tentang kawruh harus ada persiapan tubuh dan jiwa," jelasnya. 

Sabdo selaku moderator dalam dialog tersebut menyatakan bahwa spiritual Jawa bukan berdasar keyakinan. Tapi lebih mengutamakan pada dasar ilmu nyata atau fakta (kasunyatan).

Tapi fakta ini bukan yang sifatnya pengalaman visual dan lahiriah melainkan dimensi yang sangat luas. 

"Ilmu kasuyatan ada di dimensi fisik maupun di metafisik," katanya. 

Dalam ajaran filsafat barat juga ada fenomena dan noumena. Menurut Sabdo, noumena itu fakta sifatnya metafisik, keberadaannya ada tapi tidak kasat fisik dan sangat berpengaruh. 

"Mungkin tidak bisa dijelaskan secara gamblang, tapi bisa dirasakan maupun dicari korelasinya," kata Sabdo. 

Hal itu yang dialami oleh Patrick. Terlebih selama berada di Yogyakarta banyak menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi nilai-nilai kehidupannya. 

"Nah apa yang saya ketemu untuk mengerti ilmu itu harus pendekatan lewat rasa. Dan itu kunci di Jawa itu saya menemukan logika atau ilmu roso," timpal Patrick. 

Sabdo menjelaskan, analisa yang tajam berdasar daya insting dan ilmu roso hanya ada di Jawa itu olah roso yang merupakan satu indera dari enam indera yang ada. 

"Karena yang panca indera meliputi segalanya dan ditambah indera satu lagi yaitu roso sejati," terang Sabdo yang merupakan pemilik channel Surya KKS. 

Maka itu, Patrick kembali ke Tanah Jawa untuk meneruskan ilmu spiritualnya setelah bermeditasi sekian lama di Tibet. 

"Itu yang saya ketemu dan mengembangkan. Setelah itu cepat saya mengerti karena biksu yang di Tibet itu menyuruh ke Jawa," bebernya. 

Sabdo menambahkan, jika mau belajar spiritual Jawa yang diutamakan bukan belajar teks bukunya. Bukan pengertian yang harus dipahami tetapi menjalani secara konkret. 

"Diterapkan dalam kehidupan sehari-hari jadilah di situ yang ada namanya olah batin dan olah badannya. Jadi nanti akan tercipta gerak ragawi dan batin itu akan sinkron," jelasnya. 

Mereka sempat membicarakan rencana pembuatan buku seputar spiritual Jawa agar menjadi bukti sejarah yang bisa dibaca generasi muda. Namun paling penting mempelajari spiritual Jawa ialah mempraktikannya secara langsung. 

Tentu warisan nilai-nilai leluhur begitu penting dan merupakan suatu kebenaran. 

"Itu menurut saya keunggulan di Jawa seperti itu. Buku itu cuma bisa menjadi panduan tapi panduan awal, jadi harus dijalankan. Sudah dikemukakan oleh para leluhur ternyata ada kebenaran," tandas Patrick. 

Komentar