Praktisi Spiritual R. Ngt Arini Sanjaya: Ketenangan Jiwa Kunci Memahami Makna Kehidupan
ASKARA – Praktisi spiritual R. Ngt Arini Sanjaya mengajak masyarakat untuk kembali menemukan ketenangan batin di tengah kehidupan modern yang dipenuhi ambisi dan tuntutan duniawi. Menurutnya, jiwa yang tenang akan lebih mudah menerima pelajaran hidup dibandingkan pikiran yang terus dipenuhi kegelisahan.
Dalam refleksinya yang disampaikan pada Kamis (30/7), Arini mengibaratkan proses belajar kehidupan seperti seorang pemancing ikan. Seorang pemancing, katanya, memahami bahwa ikan lebih mudah didapat di air yang tenang daripada di air yang keruh dan bergolak.
"Begitu pula dengan kehidupan. Pelajaran akan lebih mudah meresap pada jiwa yang tenang. Jiwa yang tenang sulit ditemukan pada orang yang pikirannya selalu penuh," ujarnya.
Arini menilai, kebisingan terbesar justru berasal dari pikiran manusia sendiri. Menurutnya, banyak orang terus-menerus memikirkan cara memenuhi gaya hidup, mengejar target, serta memuaskan berbagai keinginan dan ambisi yang tidak ada habisnya.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan memang membutuhkan usaha untuk memenuhi kebutuhan. Namun, yang sering menjadi beban adalah ketika kebutuhan berubah menjadi keinginan yang berlebihan. Kondisi itu, menurutnya, membuat seseorang mudah lelah secara fisik maupun batin.
"Sadari bahwa mengejar dunia itu melelahkan. Kebutuhan hidup sebenarnya bisa dipenuhi dengan cara yang sederhana. Yang membuat rumit adalah keinginan yang berlebihan. Kalau itu terus dipelihara, ketenangan tidak akan pernah tercapai," katanya.
Arini juga mengibaratkan kehidupan seperti seseorang yang berada di tempat tinggi. Dari posisi tersebut, seseorang dapat melihat lebih luas dan memahami banyak hal. Menurutnya, ketenangan batin membuat seseorang mampu memandang persoalan dengan lebih jernih tanpa terus-menerus terjebak dalam hiruk-pikuk mengejar kepentingan duniawi.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak terlalu sibuk mengurusi kehidupan orang lain. Setiap orang, katanya, memiliki perjalanan dan pelajaran hidup masing-masing yang harus dijalani serta dipertanggungjawabkan sendiri.
"Hidup ini adalah proses belajar. Setiap peristiwa, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan, selalu membawa hikmah. Tugas kita adalah belajar, mengambil pelajaran, dan menjaga ketenangan hati agar mampu memaknainya dengan bijaksana," tutup Arini.

Komentar