Rabu, 10 Juni 2026 | 05:06
NEWS

Indonesia Maju Ditandai dengan Sepi Korupsi

Indonesia Maju Ditandai dengan Sepi Korupsi
Ketua Dewan Nasional Gerakan Indonesia Maju Din Syamsudin (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Majunya Indonesia sebagai sebuah harus melibatkan banyak aspek. Salah satunya didukung oleh kemajuan infrastruktur non fisik. 

Ketua Dewan Nasional Gerakan Indonesia Maju Din Syamsudin menyatakan, kemajuan bangsa harus sejalan dengan berbagai aspek kehidupan bangsa, seperti terbebasnya praktik korupsi.

"Indonesia maju itu harus ditandai oleh sepi atau tiadanya korupsi dalam kehidupan kebangsaan kita ini. Dan khususnya oleh para penyelenggara negara," jelasnya dalam diskusi bertajuk Indonesia Maju, Prasyarat Nirkorupsi di Kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (7/2).

Jangan serukan Indonesia maju bila korupsi masih merajalela jika penyelenggara negara khususnya pemangku amanat tidak bersungguh-sungguh memberantas korupsi. Karena itu bertentangan secara diametral dengan Indonesia maju.

"Kalau masih ada korupsi maka bukanlah Indonesia maju. Kalau masih dan apalagi merajalela korupsi, baik terselubung maupun nyata maka indonesia maju bagaikan jauh panggang dari api," cetus Din. 

Seperti kasus yang mencuat belakangan ini pengembangan dugaan korupsi di perusahaan asuransi Jiwasraya dan Asabri. Serta sejumlah BUMN lain. 

Maka dari itu, Dewan Nasional Gerakan Indonesia Maju mendukung penuh pengusutan kasus tersebut supaya terang benderang. 

"Kalau sampai kasus-kasus yang sebagian terbukti sarat dengan korupsi tidak mau dibuka, ditutup-tutupi saya kira akan berhadapan dengan rakyat," ujar Din.

Sebab korupsi ialah kejahatan luar biasa terhadap rakyat. Korupsi merupakan kejahatan luar biasa terhadap negara, extraordinary crime againts the state, extraordinary crime againts the people. 

"Tentu kita ingin mendukung yang utama KPK untuk sungguh-sungguh menuntaskan kasus-kasus korupsi. Baik yang lama maupun yang baru, baik yang kecil apalagi yang besar," tegas Din. 

Komentar