Corona Makin Parah, WNI di Tiongkok Ingin Segera Dievakuasi
ASKARA - Menjelang penutupan sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok pada Rabu (5/2) pukul 00.00, sejumlah mahasiswa Indonesia yang masih ada di negara itu khawatir.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, masih ada 3.000 warga negara Indonesia yang tinggal di Tiongkok, yang awalnya berjumlah 10.000 namun berkurang seiring gentingnya penyebaran virus corona (2019-nCov).
Salah satu mahasiswa yang masih berada di Tiongkok adalah Raihan Ismail Ronodipuro yang saat ini tengah melanjutkan studi S2 di Jilin University sejak 27 September 2019. Dia mengaku setuju dengan keputusan penutupan rute sementara Tiongkok-Indonesia.
''Tahap yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terkait dengan penutupan rute dari Indonesia-Tiongkok atau Tiongkok ke Indonesia itu menurut saya saya setuju karena ini untuk menghindari wabahnya corona,'' jelas Raihan saat dihubungi Askara, Selasa (4/2).
Terlebih, provinsi yang ditinggali Raihan berjarak cukup jauh dari Wuhan, kota sumber virus corona di Provinsi Hubei yakni berjarak sejauh 2.142 kilometer. Bagaimanapun, Raihan menyebut dirinya akan tetap bertahan di Jilin.
''Kita tetap stay di sini, kita akan survive dan kita akan menunggu pengumuman selanjutnya. Menunggu notice dari kedutaan Indonesia yang ada di Beijing, jadi kita akan tetap bertahan di sini sampai mendapatkan evakuasi selanjutnya,'' papar Raihan.
Penyebaran Virus Corona Semakin Parah, Khawatir Tidak Ada Penjemputan WNI Lagi
Namun di sisi lain tersimpan rasa khawatir Raihan, di mana tidak ada lagi penjemputan WNI oleh pemerintah Indonesia, sebab penyebaran virus semakin hari malah tidak berkurang. Diketahui, penjemputan WNI sebelumnya sudah dilakukan pada 1 Februari dengan mengangkut sebanyak 238 WNI dari Kota Wuhan.
''Karena ini semakin lama semakin cukup parah virus ini, ya kita menunggu evakuasi selanjutnya. Ya yang pasti kita meminta pemerintah untuk menjemput kita,'' ujarnya.
Dia pun mengatakan tidak mungkin bisa pulang sendiri ke Indonesia lantaran banyak yang juga masih bertahan dari penyebaran corona. Dia meminta pemerintah untuk sebaiknya mengevakuasi WNI yang masih berada Tiongkok dan segera menentukan titik penjemputan lagi.
''Jadi satu-satunya kita pulang adalah kita harus pulang bareng, saya punya beberapa teman di sini. Jadi aku tidak mungkin tinggalkan mereka, aku dan teman-teman mau survive sampai disuruh untuk pulang ya kita pulang, menunggu arahan dari kedutaan aja. Ya aku rasa butuh ada rencana karena kan WNI banyak sekali di sini, jadi harus menentukan titiknya di mana bisa menjemput semuanya,'' papar Raihan.
Data Wuhan Pneumonia Geographical Distribution di halaman Jobetube.cn per hari Senin (3/2), jumlah penderita virus corona kian meningkat.
Jumlah yang positif terjangkit saat ini telah mencapai 17.245 orang, masih diduga terjangkit 31.558 orang, yang berhasil disembuhkan 475 orang dan meninggal dunia 361 orang.

Komentar