Pemerintah Perlu Dukung Produksi Massal N-219
ASKARA - Proyek pembuatan pesawat N-219 oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sepatutnya didukung oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Hal itu diperlukan agar hasil karya putera-puteri terbaik bangsa Indonesia dapat diproduksi secara berkesinambungan.
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyebutkan, secara teknologi, pesawat buatan PTDI tersebut tidak kalah dibandingkan dengan produksi setipe dari negara lain. Malah, dalam beberapa bagian pesawat produksi PTDI mempunyai nilai lebih sehingga wajar N-219 didorong untuk menjadi produk kebanggaan bangsa Indonesia.
''Saat saya menjabat sekretaris menteri ristek saya mengikuti betul bagaimana tahap awal pesawat ini dikembangkan oleh Lapan dan BPPT untuk kemudian diproduksi oleh PTDI yang dulu bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Semua dipersiapkan secara baik dan memenuhi standar yang ditentukan. Karena itu saya yakin betul pesawat ini akan mempunyai daya saing dan layak diberi acungan dua jempol,'' jelasnya kepada media, Selasa (4/2).
Dalam rapat dengar pendapat Komisi VII dengan pimpinan Kementerian Pertahanan, Lapan, PTDI, BPPT, dan PT LEN pada Senin (3/2), Mulyanto meminta pimpinan PTDI membuat perencanaan yang matang agar sertifikasi dan proses produksi N-219 bisa terwujud.
Pihak direksi PTDI harus bisa menyakinkan pemerintah, calon pembeli dan investor bahwa pesawat yang akan diproduksi benar-benar unggul. Agar juga pasar pesawat baling-baling merespons positif.
''Kita harus mencari terobosan pasar agar produk pesawat N-219 tidak mengulangi kekurangan yang pernah dialami oleh N-250. Kita sangat kagum dengan keberhasilan N-250 tapi sayangnya tidak diikuti dengan permintaan pasar yang tinggi,'' ujar Mulyanto.
Seiring dengan hadirnya kepedulian pemerintah, Mulyanto meminta PTDI juga lebih meningkatkan kemampuan bisnis dan penetrasi pasar, jangan terlalu tergantung pada dukungan pemerintah. PTDI harus menyasar pasar swasta baik di dalam maupun di luar negeri.
''Dengan demikian perusahaan akan menjadi sehat,'' kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.
Mulyanto menilai spesifikasi pesawat N-219 sangat cocok untuk kondisi wilayah kepulauan Indonesia. Pesawat dua mesin yang mampu mengangkut 19 orang ini dapat diterbangkan dengan landas pacu yang pendek. Jika penggunaan pesawat N-219 digencarkan diperkirakan akan membantu meningkatkan mobilitas orang dan barang antar pulau di wilayah Indonesia timur dan di wilayah-wilayah terluar, terpencil dan terdepan sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar