Sabtu, 07 November 2026 | 18:42
COMMUNITY

Terima Kasih Indonesia! Frans Seda Akhirnya Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Terima Kasih Indonesia! Frans Seda Akhirnya Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Foto kolase Ketua PP PMKRI, Christian A.D. Rettob dan Frans Seda (Dok Askara)

ASKARA - Pengabdian panjang Fransiskus Xaverius Seda atau Frans Seda untuk Indonesia akhirnya mendapat penghormatan tertinggi dari negara. Pemerintah Republik Indonesia akan menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2026, di Istana Negara, Jakarta.

Kabar tersebut disambut penuh sukacita oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Periode 2026–2028. Organisasi mahasiswa Katolik ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas pengakuan terhadap jasa dan pengabdian Frans Seda.

Kepastian penganugerahan itu tertuang dalam surat Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Nomor 1932/5.5/PB.06.00/11/2026 tertanggal 6 November 2026.

Ketua PP PMKRI, Christian A.D. Rettob, yang akrab disapa Delvis, menyebut penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat NTT, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia.

"Kami keluarga besar PMKRI menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas penghargaan yang diberikan kepada Bapak Frans Seda. Beliau merupakan tokoh bangsa yang sangat menginspirasi dan patut mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional," ujar Christian, Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, Frans Seda bukan sekadar nama yang tercatat dalam lembaran sejarah. Ia merupakan sosok yang mewariskan nilai perjuangan, integritas, nasionalisme, dan pengabdian tanpa pamrih bagi bangsa dan negara.

PMKRI berharap penganugerahan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni kenegaraan. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan melanjutkan semangat perjuangan Frans Seda.

"Kita tidak cukup hanya mengabadikan nama beliau dalam sejarah, tetapi juga harus meneruskan semangat pengabdian, integritas, keberanian, dan kecintaannya terhadap Indonesia melalui tindakan nyata," tegas Delvis.

Dia juga mengajak kader PMKRI dan generasi muda Indonesia menjadikan keteladanan Frans Seda sebagai inspirasi untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Pemikiran kritis, keberanian bersikap, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata.

Bagi PMKRI, penghormatan terhadap Frans Seda sekaligus menjadi pengingat bahwa kebesaran seseorang tidak semata-mata diukur dari jabatan yang pernah diduduki, melainkan dari manfaat, keteladanan, dan warisan nilai yang diberikan kepada bangsa.

"Semoga penganugerahan ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mencintai, menjaga, dan membangun Indonesia," tutupnya.

PMKRI berharap peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus membangkitkan kesadaran bahwa perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti dalam kenangan, tetapi harus diteruskan melalui pengabdian dan tanggung jawab setiap warga negara.

Frans Seda telah memberikan bagian penting dalam perjalanan Indonesia. Kini, generasi penerus memiliki tanggung jawab menjaga dan meneruskan nilai perjuangannya.

 

Editor: Caecilia Eersta