Sabtu, 07 November 2026 | 13:57
COMMUNITY

Rihlah PCM PCA Bergas Perkuat Silaturahmi

Rihlah PCM PCA Bergas Perkuat Silaturahmi
Rihlah, PCM PCA Bergas

ASKARA – Rombongan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bergas, Kabupaten Semarang, memulai perjalanan rihlah menuju Yogyakarta, Sabtu pagi (7/11/2026), dengan agenda ziarah makam K.H. Ahmad Dahlan, kunjungan Museum Muhammadiyah serta rekreasi ke Pantai Glagah Indah, Kulon Progo. Kegiatan bertema “Guyub Rukun, Bahagia Berkemajuan” ini dirancang sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus mengenalkan sejarah persyarikatan dan memperkuat kebersamaan antaranggota serta keluarga peserta.

Menggunakan bus pariwisata, rombongan bertolak dari titik kumpul Pom Bensin Karangjati, Bergas. Peserta mengenakan atasan putih sebagai identitas kebersamaan. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai perjalanan. Panitia juga menyiapkan makanan ringan dan air mineral untuk dibagikan selama perjalanan.

Rihlah ini tidak sekadar menjadi agenda rekreasi, tetapi juga dirancang sebagai perpaduan kegiatan spiritual, edukatif, dan sosial. Melalui perjalanan bersama, PCM dan PCA Bergas berupaya membangun komunikasi, mempererat hubungan antaranggota, sekaligus menyegarkan semangat pengabdian dalam lingkungan persyarikatan.

Destinasi pertama adalah Kompleks Makam Islam Karangkajen, Yogyakarta, tempat dimakamkannya K.H. Ahmad Dahlan. Kompleks pemakaman kampung ini memiliki nilai sejarah nasional karena menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh besar bangsa, ulama, pendiri organisasi, dan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Ziarah tersebut menjadi momentum mengenang sosok K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah yang meletakkan dasar gerakan pembaruan Islam melalui dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial. Perjuangannya yang melahirkan Muhammadiyah pada 18 November 1912 menjadi warisan penting bagi generasi penerus. Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ziarah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk melanjutkan nilai keikhlasan, keteladanan, dan semangat berkemajuan.

Selanjutnya, rombongan dijadwalkan mengunjungi Museum Muhammadiyah di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Tamanan, Banguntapan, Kabupaten Bantul. Agenda wisata edukasi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal perjalanan sejarah, tokoh, perkembangan organisasi, serta kontribusi Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa.

Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Pantai Glagah Indah, Kulon Progo. Sebelum tiba di lokasi, peserta dijadwalkan beristirahat, menunaikan salat, dan makan siang di Rumah Makan Ambarketawang. Rekreasi pantai menjadi ruang kebersamaan sekaligus kesempatan melepas penat setelah mengikuti agenda ziarah dan edukasi.

Aspek keselamatan tetap menjadi perhatian panitia. Peserta diimbau tidak mendekati bibir ombak maupun kawasan pemecah gelombang karena karakteristik ombak pantai selatan berisiko membahayakan. Orang tua diminta mengawasi anak-anak, sementara peserta lanjut usia diharapkan memperhatikan kondisi fisik. Mengingat sudah memasuki musim hujan, peserta juga dianjurkan membawa payung atau jas hujan serta perlengkapan pribadi.

Menjelang malam, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Magelang. Persinggahan di kawasan Alun-Alun Magelang menjadi agenda penutup sebelum kembali ke Bergas. Salat Magrib dan Isya direncanakan di Masjid Agung Kauman Magelang, sedangkan makan malam dilakukan secara mandiri di kawasan pusat kuliner Tuin Van Java.

Panitia menjadwalkan keberangkatan pulang pukul 19.45 WIB, dengan estimasi tiba di Pom Bensin Karangjati sekitar pukul 21.15–21.30 WIB. Seluruh peserta diminta kembali ke bus tepat waktu agar perjalanan pulang berjalan tertib dan lancar. Jadwal dapat berubah menyesuaikan kondisi lalu lintas dan situasi di lapangan.

Lebih dari sekadar perjalanan wisata, rihlah PCM dan PCA Bergas membawa pesan penting tentang arti kebersamaan dalam kehidupan berorganisasi. Ziarah mengingatkan pada akar perjuangan, museum memperkaya wawasan sejarah, sementara rekreasi memberikan ruang untuk merawat persaudaraan.

Semangat “Guyub Rukun, Bahagia Berkemajuan” menjadi ruh kegiatan ini. Kebersamaan diharapkan tidak berhenti pada perjalanan sehari, tetapi berlanjut menjadi energi positif dalam memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian, dan menggerakkan dakwah Muhammadiyah serta Aisyiyah agar semakin bermanfaat bagi masyarakat.

Editor: Husnie