Kamis, 05 November 2026 | 19:47
NEWS

Alfred Gerson Uki Wandik, Kapolsek Termuda yang Mengabdi di Pelosok Papua Selatan

Alfred Gerson Uki Wandik, Kapolsek Termuda yang Mengabdi di Pelosok Papua Selatan
Ipda Alfred Wandik, Kapolsek termuda di Indonesia, yang baru dilantik menjadi Kapolsek Distrik Jair Boven Digoel (Dok Winona)

ASKARA - Usianya masih muda, tetapi tanggung jawab yang diembannya tidak ringan. Ipda Alfred Gerson Uki Wandik, S.Tr.I.K., dipercaya memimpin Kepolisian Sektor (Polsek) Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan personel, ia berupaya memastikan kehadiran polisi tetap dirasakan masyarakat.

Lahir di Jayapura pada 2003, Alfred disebut sebagai salah satu Kapolsek termuda di Indonesia. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2025 A ini sebelumnya bertugas sebagai Kanit Tipidkor Polres Jayapura.

Alfred resmi dikukuhkan sebagai Kapolsek Jair pada 19 Oktober 2026 oleh Kapolres Boven Digoel, Kompol Dian Novita Pieterz, S.I.K. Meski baru sekitar tiga minggu menjalankan tugas, ia mulai mengenali karakter wilayah dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam menjalankan tugas, Alfred didukung seorang Wakapolsek dan 18 personel. Dengan kekuatan tersebut, ia bertanggung jawab atas dua wilayah distrik, yakni Distrik Jair dan Distrik Ki, yang mencakup sembilan kampung.

Kepada Askara, Alfred menjelaskan, Distrik Jair meliputi lima kampung, yaitu Getentiri, Asiki, Butiptiri, Anggai, dan Miri.

Sementara Distrik Ki, yang telah dimekarkan, membawahi empat kampung, yakni Ujung Kia, Hobinangge, Sohoya, dan Watumu.

Menurut Alfred, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Jair relatif kondusif. Meski demikian, sejumlah gangguan keamanan masih terjadi, mulai dari penganiayaan, penyalahgunaan minuman keras, pencurian, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan sungai, hingga kecelakaan kerja.

Lulusan SMA Nusantara tahun 2021 ini menyadari bahwa menjaga keamanan di wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang menantang bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan kehadiran, kesabaran, serta kerja sama seluruh personel agar pelayanan kepolisian dapat menjangkau masyarakat hingga kampung-kampung.

“Secara umum, pelaksanaan tugas di wilayah hukum Polsek Jair dapat berjalan dengan baik. Meskipun masih menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan, kami tetap berupaya melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya,” ungkap Alfred.

Bagi Alfred, jabatan Kapolsek bukan sekadar amanah struktural, melainkan tanggung jawab untuk menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Di tengah keterbatasan yang ada, pengabdiannya menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan dan perlindungan kepolisian bagi masyarakat di pelosok Papua Selatan. Sebab, di mana pun masyarakat tinggal, rasa aman dan kehadiran negara tetap menjadi kebutuhan yang tidak boleh terabaikan.

 

Editor: Caecilia Eersta