Senin, 02 November 2026 | 20:30
NEWS

Anak Krakatau Satu Kali Gempa Tremor Menerus dengan Amplitudo 5-38 Mm

Anak Krakatau Satu Kali Gempa Tremor Menerus dengan Amplitudo 5-38 Mm
Gunung Anak Krakatau (Dok ESDM)

ASKARA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih terpantau melalui pengamatan visual dan instrumental pada Senin (2/11/2026). Asap kawah utama terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang, membumbung sekitar 50–100 meter dari puncak.

Berdasarkan laporan pengamatan, gunung api terlihat jelas sebelum tertutup kabut dengan tingkat ketebalan 0–III. Kondisi cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut.

Dari pengamatan kegempaan, tercatat satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo berkisar 5–38 milimeter dan dominan 20 milimeter. Sementara itu, amplitudo tremor menerus terpantau mengalami fluktuasi.

Secara klimatologi, suhu udara di sekitar kawasan gunung berkisar 25,1–31,3 derajat Celsius dengan kelembapan udara 66–87 persen.

Seiring pemantauan aktivitas tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk pengunjung, wisatawan, dan pendaki, dilarang memasuki serta melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat dan wisatawan juga tidak diperbolehkan memasuki wilayah radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap sejumlah potensi bahaya, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta kemungkinan erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi atau isu yang menyebutkan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami.

Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan dan informasi resmi dari BPBD setempat.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, di nomor (022) 7272606 di Bandung, atau Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di nomor (0254) 651449 dan 085846324506 di Pasauran, Banten.

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi petugas menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan masyarakat di tengah pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

Editor: Caecilia Eersta

Berita Terkait