ASKARA - Upaya memberdayakan ekonomi masyarakat asli Papua terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Merauke. Kali ini, Dekranasda menggelar pelatihan keterampilan merajut dan strategi promosi usaha bagi mama-mama Orang Asli Papua (OAP) di Kompleks Dahuda, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung Ketua Dekranasda Kabupaten Merauke, Nova Gebze, tersebut menjadi langkah nyata untuk menggali potensi keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi perempuan Papua agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Nova mengatakan, kegiatan itu berawal dari kunjungannya ke Kompleks Dahuda dalam rangka kegiatan Posyandu. Saat itu, ia mendengar aspirasi sejumlah warga, khususnya mama-mama yang ternyata memiliki keterampilan merajut, termasuk membuat tas Noken.
Namun, keterampilan tersebut belum sepenuhnya berkembang menjadi sumber penghasilan karena mereka masih menghadapi kendala dalam memasarkan produk.
"Ketika kami berkunjung untuk kegiatan Posyandu, kami mendengar masukan dari warga, terutama mama-mama. Ternyata mereka memiliki bakat merajut, bahkan ada yang sudah membuat produk seperti tas Noken. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut bisa dipasarkan," ujar Nova.
Berangkat dari aspirasi tersebut, Nova kemudian berkoordinasi dengan pengurus Dekranasda Kabupaten Merauke untuk mengakomodasi kebutuhan warga melalui pelatihan keterampilan sekaligus pembekalan strategi pemasaran.
Ketua RT Kompleks Dahuda, Josefin, turut menghimpun sekitar 16 mama-mama yang memiliki minat dan keterampilan merajut untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Menariknya, sebagian besar warga Kompleks Dahuda merupakan masyarakat Marind yang memiliki latar belakang keluarga dari wilayah Papua Nugini (PNG) dan kini menetap di Kelurahan Samkai. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian warga masih menggunakan bahasa dan dialek PNG untuk berkomunikasi.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi oleh pengurus Dekranasda, Amedea Sampe Padang, yang juga merupakan Koordinator Rumah BUMN Telkom. Ia memberikan pembekalan mengenai cara membuat produk rajutan lebih menarik dan strategi mempromosikannya agar memiliki daya saing di pasar.
Amedea menjelaskan, keterampilan membuat produk harus diimbangi dengan pemahaman mengenai biaya produksi, penentuan harga jual, hingga perhitungan keuntungan.
"Mama-mama harus memahami bagaimana produk yang dibuat disesuaikan dengan biaya produksi. Hasil penjualannya harus bisa dipisahkan antara modal dan keuntungan. Selain itu, perlu dipikirkan bagaimana membuat produk yang menarik sehingga orang tertarik untuk membelinya," jelasnya.
Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga memperoleh pendampingan praktik dari dua instruktur merajut yang merupakan anggota Dekranasda, yakni Linda Lapu, pemilik merek Alya Rajut, serta Paman Nicko, perajut terampil yang juga aktif sebagai kreator konten di TikTok.
Keduanya membimbing peserta mempelajari teknik merajut, mengombinasikan warna, serta mengembangkan kreativitas agar menghasilkan produk yang menarik dan memiliki nilai jual.
Suasana pelatihan berlangsung penuh antusias. Sejumlah warga yang melintas bahkan turut berhenti untuk menyaksikan aktivitas mama-mama yang belajar mengembangkan keterampilan mereka.
Dalam waktu beberapa jam, para peserta sudah mampu menghasilkan produk tas rajutan. Hasil karya tersebut mendapatkan apresiasi berupa penghargaan dari Nova Gebze sebagai bentuk motivasi agar mereka terus mengembangkan kemampuannya.
Salah seorang peserta, Mama Yuli, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan Dekranasda. Menurutnya, pelatihan tersebut bukan hanya menambah pengetahuan tentang teknik merajut, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai cara mempromosikan produk agar lebih mudah menarik pembeli.
Sementara itu, Linda Lapu berpesan agar keterampilan yang telah dimiliki mama-mama terus diasah melalui ketekunan dan konsistensi.
"Pada dasarnya mama-mama di sini sudah memiliki bakat. Tinggal ditambah ketekunan dan konsistensi agar bisa menghasilkan produk rajutan yang berkualitas. Peralatan yang sudah dibagikan juga harus dimanfaatkan dengan baik," pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Merauke, Ir. Marwiah, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, perwakilan Kelurahan Samkai, pengurus PKK Kabupaten Merauke, serta masyarakat setempat.
Melalui pelatihan ini, Dekranasda Kabupaten Merauke berharap keterampilan merajut yang selama ini menjadi potensi mama-mama di Kompleks Dahuda dapat berkembang menjadi usaha produktif.
Lebih dari sekadar mengajarkan teknik membuat kerajinan, kegiatan tersebut menjadi upaya membuka jalan bagi kemandirian ekonomi keluarga, sekaligus menjaga keterampilan lokal agar terus tumbuh dan memiliki tempat di pasar yang lebih luas.