Senin, 02 November 2026 | 12:17
MILITER

Purna Tugas di Usia 58, Kolonel Edward Sitorus Tetap Inspirasi Generasi Muda

Purna Tugas di Usia 58, Kolonel Edward Sitorus Tetap Inspirasi Generasi Muda
Kolonel Kav Edward Sitorus (Dok Edo)

ASKARA -- Ada perjalanan yang tidak hanya dihitung dari lamanya waktu, tetapi juga dari pengabdian, kesetiaan, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan. Itulah makna yang terasa bagi Kolonel Kav Edward Sitorus saat genap berusia 58 tahun, Senin (2/11/2026). Momen istimewa ini sekaligus menandai berakhirnya masa dinas aktifnya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat setelah lebih dari 36 tahun mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sebagai abituren 1990, Edward telah melewati perjalanan panjang dalam dunia kemiliteran. Lebih dari tiga dekade mengenakan seragam loreng telah mengajarkannya arti disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan kesetiaan dalam menjalankan tugas.

Namun, pengabdiannya tidak hanya diwujudkan melalui tugas kedinasan. Selama ini, Edward juga aktif memanfaatkan media sosial untuk memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya mereka yang bercita-cita menjadi prajurit TNI. Melalui berbagai pesan dan konten edukatif, ia berbagi pemahaman tentang bagaimana mempersiapkan diri, membangun kedisiplinan, serta memahami nilai-nilai yang harus dimiliki seorang prajurit.

Dikenal sebagai penggiat media sosial dengan ratusan ribu pengikut, Edward berupaya menjadikan ruang digital sebagai sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman. Baginya, pengalaman panjang sebagai prajurit akan lebih bermakna apabila dapat diwariskan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Kebanggaan terhadap dunia kemiliteran juga hadir dalam kehidupan keluarganya. Dua putra Edward mengikuti jejak pengabdian di lingkungan TNI. Putra pertamanya menjadi perwira Kavaleri TNI AD, sementara putra lainnya mengabdikan diri sebagai penerbang di TNI Angkatan Udara.

Kisah tersebut menjadi bagian tersendiri dari perjalanan seorang ayah yang tidak hanya menjalani pengabdian, tetapi juga menyaksikan anak-anaknya memilih jalan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Melalui unggahan di media sosialnya, Edward mengenang perjalanan panjang tersebut dengan penuh rasa syukur.

"Seragam ini mengajarkan saya banyak hal: disiplin dalam tanggung jawab, keberanian menghadapi kesulitan, dan kerendahan hati untuk terus belajar," tulisnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama perjalanan pengabdian, serta kepada keluarga, sahabat, dan rekan-rekan prajurit yang senantiasa memberikan dukungan.

"Kepalan tangan ini tanda semangat yang tetap menyala. Selama Tuhan memberi kesehatan dan kesempatan, selalu ada kebaikan yang bisa kita kerjakan," ungkapnya.

Pesan tersebut dirangkum dalam prinsip hidup yang terus ia pegang: Hidup Bernilai, Hidup Berdampak.

Di hari ulang tahunnya, ungkapan paling menyentuh justru datang dari sisi kehidupannya sebagai seorang suami, ayah, dan opung. Edward menyampaikan terima kasih kepada istri tercinta yang setia mendampingi, menguatkan ketika lelah, serta tidak pernah berhenti mendoakan setiap langkahnya.

Ia juga menyampaikan kasih dan rasa syukur kepada anak-anak, menantu, keluarga besar, saudara, sahabat, serta para pengikutnya di media sosial yang telah memberikan ucapan dan doa.

Memasuki usia 58 tahun, Edward berharap Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, hati yang semakin bijaksana, dan kekuatan untuk terus menjadi berkat bagi sesama. Ia ingin menjalani babak kehidupan berikutnya dengan semakin banyak mengasihi, melayani, dan berbagi.

Berakhirnya masa dinas aktif bukan berarti berakhir pula pengabdian. Justru kini terbuka ruang yang lebih luas untuk berbagi pengalaman, mendidik generasi muda, dan menularkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.

Sebab, pengabdian sejati tidak semata-mata diukur dari pangkat, jabatan, atau lamanya seseorang mengenakan seragam. Pengabdian juga hidup dalam keteladanan, keluarga yang meneruskan nilai perjuangan, serta kebaikan yang ditinggalkan untuk sesama.

Seragam boleh ditanggalkan, tetapi semangat pengabdian dan keinginan untuk terus memberi manfaat tidak boleh ikut pensiun.

 

Editor: Dar Edi Yoga

Berita Terkait