ASKARA – Dari sebuah desa kecil di pesisir utara Jawa, sebuah lompatan besar peradaban pesisir Indonesia sedang terjadi. Bukan lagi cerita tentang garam yang pahit karena hujan dan air bersih yang langka, melainkan cerita tentang teknologi yang mengubah kutukan menjadi berkah.
Itulah yang disaksikan langsung Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University yang juga Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., saat meninjau fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan tunnel garam di Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (27/10).
Kunjungan yang merupakan bagian dari dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini bukan sekadar melihat bangunan, tapi melihat masa depan swasembada garam dan solusi air bersih nasional.
Di lokasi, Prof. Rokhmin yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001–2004 itu menjelaskan keajaiban dari dua inovasi yang saling melengkapi ini.
"Selama ini masalah klasik pesisir kita itu dua: susah air bersih yang layak minum, dan produksi garam rakyat yang kalah dengan cuaca. Dua-duanya dijawab oleh IPTEK," tegas Prof. Rokhmin.
Teknologi pertama adalah SWRO. Melalui proses desalinasi berteknologi tinggi, air laut yang melimpah dan selama ini tidak bisa diminum, diolah menjadi air tawar yang bahkan bisa langsung diminum. Ini adalah jawaban atas krisis air bersih yang kerap melanda masyarakat pesisir saat musim kemarau.
Hebatnya lagi, proses ini tidak menghasilkan limbah yang terbuang percuma. Air buangan berkadar garam tinggi atau reject brine yang biasanya dibuang, justru dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku premium untuk produksi garam.
"Ini ekonomi sirkular yang sempurna. Air laut jadi air minum, limbahnya jadi garam. Nol limbah, nilai tambah maksimal. Inilah esensi dari Ekonomi Biru," jelasnya.
Inovasi kedua adalah tunnel garam. Jika biasanya petambak garam rakyat menangis saat hujan turun karena garamnya kembali jadi air, kini tidak lagi. Dengan fasilitas beratap transparan ini, proses produksi garam menjadi lebih terlindungi dari hujan, tidak lagi tergantung 100 persen pada matahari, dan kualitas garam yang dihasilkan menjadi jauh lebih putih, bersih, dan berkualitas tinggi.
Kepala Desa Cemara Kulon tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia menyebut bantuan KKP yang dikawal Prof. Rokhmin ini sebagai terobosan bersejarah.
"Ini merupakan terobosan yang luar biasa untuk swasembada garam dan salah satu upaya pemecahan solusi air bersih di pesisir. Baru kali ini kami merasakan punya air tawar melimpah dari laut dan garam tidak takut hujan," ungkap Kepala Desa Cemara Kulon.
Menanggapi itu, Prof. Rokhmin menitipkan pesan agar fasilitas yang telah ada tidak hanya dibangun, tapi dihidupkan.
"Mudah-mudahan bantuan ini membawa berkah untuk rakyat Desa Cemara Kulon pada khususnya, dan Kecamatan Losarang pada umumnya. Jangan sampai alatnya canggih tapi tidak terawat," ujar Prof. Rokhmin.
Dan pesan itu terbukti dijawab dengan prestasi. Karena dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), fasilitas SWRO dan tunnel garam ini tidak hanya menghasilkan air bersih dan garam berkualitas tinggi, tapi juga telah menjadi mesin uang desa.
BUMDes Cemara Kulon kini mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD) rata-rata sebesar Rp 1 miliar per tahun dari pengelolaan air minum dan garam rakyat. Angka fantastis untuk ukuran BUMDes di pesisir.
"Ini bukti nyata bahwa kekayaan laut Indonesia harus diubah menjadi sumber kesejahteraan rakyat melalui penguasaan IPTEK, inovasi, dan pengelolaan yang produktif, inklusif, serta ramah lingkungan," tegas Prof. Rokhmin.
Ia pun menekankan pentingnya pendampingan lanjutan berupa penguatan kapasitas pengelola, pemeliharaan fasilitas, pengendalian kualitas produk, hingga pengembangan akses pasar agar manfaatnya berkelanjutan.
Dari Cemara Kulon, Indramayu, sebuah pesan kuat dikirim ke seluruh Indonesia: Ketika inovasi hadir di pesisir, maka yang terwujud bukan hanya slogan.
Air Bersih Terpenuhi, Garam Rakyat Berdaya Saing, Masyarakat Pesisir Sejahtera, Indonesia Emas 2045!