Senin, 14 September 2026 | 21:12
Editorial

Suahasil Nazara dan Ujian Berat di Kursi Menteri Keuangan

Suahasil Nazara dan Ujian Berat di Kursi Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat dilantik di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto (Dok Biro Pers Istana)

ASKARA - Pergantian Menteri Keuangan bukan sekadar pergantian nama di sebuah kursi kekuasaan. Di baliknya ada pertaruhan besar tentang bagaimana negara mengelola uang rakyat, menjaga daya tahan ekonomi dan memastikan kebijakan fiskal benar-benar dirasakan masyarakat.

Kini, Suahasil Nazara dipercaya menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia bukan wajah baru di lingkungan fiskal negara. Pengalamannya justru menjadi modal sekaligus alasan mengapa publik layak menaruh harapan besar kepadanya.

Suahasil telah lama berada di jantung pengelolaan keuangan negara. Ia menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 25 Oktober 2019 dan melewati dua pemerintahan, era Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, pada 2016, ia dipercaya memimpin Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Dari posisi tersebut, ia bersentuhan langsung dengan penyusunan berbagai kebijakan fiskal pemerintah.

Karena itu, ketika kini ia berada di kursi tertinggi Kementerian Keuangan, publik tentu tidak hanya membutuhkan seorang teknokrat yang memahami angka.

Negara membutuhkan Menteri Keuangan yang memahami manusia di balik angka.

Anggaran negara bukan sekadar deretan triliunan rupiah dalam tabel. Di balik angka itu ada pajak yang dibayar masyarakat, ada gaji pekerja, ada pendidikan anak, kesehatan keluarga, pembangunan daerah dan harapan masyarakat terhadap masa depan.

Di sinilah ujian Suahasil dimulai.

Pengalaman panjang di pemerintahan tentu penting. Tetapi pengalaman harus dibuktikan melalui kebijakan yang mampu menjawab persoalan nyata: bagaimana menjaga penerimaan negara, mengendalikan belanja, memperkuat ekonomi, sekaligus memastikan masyarakat tidak terus-menerus menjadi pihak yang menanggung beban ketika ruang fiskal semakin sempit.

Menkeu bukan hanya penjaga kas negara. Ia juga harus menjadi penjaga kepercayaan publik.

Ketika negara meminta masyarakat taat membayar pajak, negara pun harus menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan dikelola secara transparan, efektif dan bertanggung jawab.

Suahasil datang dengan bekal panjang sebagai ekonom, akademisi dan birokrat. Kini masyarakat menunggu sesuatu yang lebih konkret: keberanian mengambil keputusan, ketegasan membenahi tata kelola, serta keberpihakan pada kepentingan publik.

Pergantian menteri selalu membawa harapan baru. Namun harapan tidak cukup dibayar dengan pergantian figur.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang Menteri Keuangan bukanlah seberapa bagus ia menjelaskan angka-angka ekonomi, melainkan seberapa jauh kebijakan fiskalnya mampu membuat negara lebih sehat dan kehidupan rakyat lebih baik.

Suahasil kini memegang salah satu kunci terpenting Republik.

Dan kunci itu bukan miliknya.

Itu adalah amanah dari uang rakyat.

 

Komentar