Sabtu, 12 September 2026 | 06:26
NEWS

Gus Falah: Ukhuwah Wathoniyah Kunci Persatuan, Program BAMUSI Harus Menyentuh Kaum Dhuafa

Gus Falah: Ukhuwah Wathoniyah Kunci Persatuan, Program BAMUSI Harus Menyentuh Kaum Dhuafa
Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia, H. Nasyirul Falah Amru (dok.askara)

ASKARA - Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP BAMUSI) menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk merumuskan arah program organisasi ke depan sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi kehidupan kebangsaan.

Raker tersebut digelar mulai Jumat, 11 September 2026, bertempat di Grand Aston Cilotoh, kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ketua Umum PP BAMUSI, H. Nasyirul Falah Amru, yang akrab disapa Gus Falah, membuka forum dengan penekanan pentingnya merawat persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathoniyah di tengah keberagaman wajah Islam di Indonesia.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Dapil Lamongan-Gresik itu, perbedaan latar belakang, tradisi, hingga afiliasi organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam tidak boleh menjadi sekat yang memecah persatuan.

“Ukhuwah wathoniyah harus menjadi semangat bersama. Ormas-ormas Islam memiliki latar belakang dan tradisi yang beragam, tetapi memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan kemaslahatan bangsa,” ujar Gus Falah di hadapan jajaran pengurus.

Ia menilai, tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks dan tidak mungkin diselesaikan oleh satu kelompok saja. Karena itu, kolaborasi lintas elemen, terutama antar organisasi keagamaan, menjadi sebuah keharusan agar nilai-nilai Islam benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sosial.

Lebih jauh, Gus Falah memberikan arahan tegas terkait penyusunan program kerja BAMUSI. Ia mengingatkan agar program tidak terjebak pada rutinitas dan agenda internal semata.

Orientasi utama, kata dia, harus jelas: keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Program kerja harus berorientasi menolong kaum dhuafa. Ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya banyaknya kegiatan, tetapi sejauh mana kegiatan itu memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, seluruh program BAMUSI akan diarahkan untuk memiliki dampak langsung, khususnya bagi kelompok dhuafa dan warga dalam kondisi rentan.

Raker PP BAMUSI ini tidak hanya menjadi forum perumusan program yang lebih terarah, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk meneguhkan komitmen pengurus terhadap empat pilar nilai: keislaman, kebangsaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

Melalui forum ini, BAMUSI menegaskan posisinya sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang aktif ikut membangun dan merawat kehidupan kebangsaan Indonesia.

Komentar