Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:53
NEWS

Pelajar SD dari Pulau Banda, Hapal Lima Sila Pancasila dalam Bahasa Inggris

Pelajar SD dari Pulau Banda, Hapal Lima Sila Pancasila dalam Bahasa Inggris

ASKARA - Perjumpaan sederhana di bawah pohon rindang di Benteng Hollandia, Pulau Banda Besar, meninggalkan kesan mendalam bagi Romo Kolonel (Purn.) Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr. Di tempat bersejarah itu, Romo Yos bertemu Putri, siswi kelas V sekolah dasar yang memiliki cita-cita menjadi seorang guru.

Yang membuat Romo Yos kagum, Putri mampu melafalkan Pancasila dengan fasih dalam bahasa Inggris. Mengenakan hijab berwarna hitam, Putri berdialog dengan Romo Yos di bawah pohon yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai "pohon sejuta umat".

Percakapan keduanya berlangsung sederhana, tetapi sarat makna. Putri menceritakan cita-citanya untuk menjadi guru ketika dewasa. Mendengar cita-cita tersebut, Romo Yos mengaku bangga karena di tengah keterbatasan wilayah kepulauan, masih tumbuh anak-anak Banda yang memiliki semangat belajar dan impian besar untuk masa depan.

Romo Yos kemudian menitipkan pesan kepada Putri agar cita-cita menjadi guru kelak tidak hanya digunakan untuk mencari kehidupan yang lebih baik bagi dirinya, tetapi juga menjadi jalan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Jika kelak benar-benar menjadi guru, Romo Yos berpesan agar Putri ikut menjaga dan melestarikan Pulau Banda Besar sebagai bagian penting dari sejarah dan kekayaan Indonesia. Ia juga berharap Putri dapat mendidik anak-anak Banda dengan wawasan kebangsaan yang kuat.

"Kalau sudah besar dan menjadi guru, Romo titip Pulau Banda Besar. Jagalah dan lestarikan pulau ini menjadi tempat yang penuh berkat. Ajarkan anak-anak Banda bagaimana menjadi warga bangsa yang baik dalam keindonesiaan," pesan Romo Yos kepada Putri.

Menurut Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri itu, masa depan Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar. Masa depan bangsa juga tumbuh dari pulau-pulau kecil yang memiliki sejarah panjang dan generasi muda yang penuh harapan.

"Inilah masa depan Indonesia dari Pulau Banda Besar yang menjadi kebanggaan kita orang-orang Indonesia dan tentunya membawa kita ke Indonesia Emas," kata Romo Yos.

Perjumpaan Romo Yos dan Putri menjadi gambaran kecil tentang wajah Indonesia yang majemuk. Seorang imam Katolik berbincang dengan seorang anak perempuan berhijab di sebuah situs sejarah, membicarakan pendidikan, cita-cita, Pancasila, dan masa depan bangsa.

Dari bawah pohon di Benteng Hollandia, percakapan itu seolah mengingatkan bahwa semangat kebangsaan tidak mengenal batas agama, pulau, maupun latar belakang. Ia tumbuh dari anak-anak Indonesia yang berani bermimpi dan kelak bersedia menjaga tanah airnya.

 

Komentar