Kamis, 23 Juli 2026 | 22:03
COMMUNITY

Hari Anak Nasional 2026 di Matraman, KNPS Ajak Wujudkan Generasi Bebas Stunting

Hari Anak Nasional 2026 di Matraman, KNPS Ajak Wujudkan Generasi Bebas Stunting
Ratusan anak usia dini memadati GOR Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diselenggarakan Komite Nasional Pencegahan Stunting Indonesia (Dok Erfan)

ASKARA - Ratusan anak usia dini memadati GOR Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diselenggarakan Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia, Kamis (23/7/2026). Mengusung tema "Anak Indonesia Hebat, Kuat dan Bebas Stunting", kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus ruang bermain untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut diprakarsai Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka, dengan dukungan Pembina KNPS Indonesia Hj. Rany Mauliani, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Kegiatan turut melibatkan organisasi Anak Muda Amankan Nusantara (AMAN) serta Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

Beragam kegiatan edukatif disiapkan bagi peserta, mulai dari lomba mewarnai, mozaik kertas, dongeng inspiratif, permainan edukatif, latihan disiplin dan pembentukan karakter, penyusunan puzzle bergambar Presiden serta Ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG), hiburan badut, pertunjukan musik, hingga pembagian doorprize.

Menurut David Hamka, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak, khususnya hak mendapatkan gizi yang baik, pendidikan yang layak, dan lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang.

"Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga bersama. Mereka berhak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat. Pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah," ujar David Hamka.

Senada dengan itu, Hj. Rany Mauliani menegaskan bahwa upaya menurunkan angka stunting tidak cukup hanya melalui intervensi kesehatan. Menurutnya, edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan KNPS Indonesia dapat terus diperluas agar semakin banyak keluarga memahami pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini.

Komitmen tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang turut ditampilkan dalam kegiatan.

"Tidak boleh ada stunting lagi di Republik Indonesia. Tidak boleh ada anak yang lapar lagi di Indonesia. Tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak minum susu lagi."
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia Indonesia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama kesehatan dan gizi.

Di sela-sela kegiatan, sejumlah media online juga berbincang dengan salah satu peserta yang mencuri perhatian, Muhammad Khairul Azzam, siswa BKB PAUD Kenanga RW 012, Jalan Pisangan Baru Tengah RT 006/RW 012, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Dengan wajah penuh semangat, Azzam mengaku sangat menikmati lomba menggambar yang menjadi salah satu kegiatan favoritnya. Menurutnya, selain menyenangkan, kegiatan tersebut juga memberinya kesempatan mengenal banyak teman baru.

"Senang sekali ikut menggambar. Gurunya baik dan ramah. Aku juga jadi punya teman-teman baru," ujar Azzam.

Kebahagiaan Azzam semakin lengkap karena selama mengikuti kegiatan ia didampingi sang mama sejak awal hingga acara berakhir.
"Aku senang karena ditemani Mama," katanya sambil tersenyum.

Pengakuan Azzam menunjukkan bahwa kehadiran orang tua dalam setiap aktivitas anak memiliki peran besar dalam membangun rasa percaya diri, memberikan kenyamanan, sekaligus mempererat ikatan emosional selama proses belajar dan bermain.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Matraman pun tidak hanya menjadi ajang hiburan. Kegiatan ini menjadi media edukasi untuk menanamkan pola hidup sehat, membentuk karakter positif, mengembangkan kreativitas anak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya stunting.

Melalui sinergi antara organisasi masyarakat, tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah, KNPS Indonesia berharap semakin banyak lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas stunting sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.

 

Komentar