Minggu, 19 Juli 2026 | 15:14
NEWS

Prof. Rokhmin Dahuri: KNMP Jangan Jadi Proyek Fisik Semata, Harus Bangun Ekosistem Nelayan Hulu-Hilir

Prof. Rokhmin Dahuri: KNMP Jangan Jadi Proyek Fisik Semata, Harus Bangun Ekosistem Nelayan Hulu-Hilir
Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri (dok.askara)

ASKARA - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, menilai Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai gagasan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tidak terjebak hanya menjadi proyek pembangunan fasilitas darat.

Menurutnya, keberhasilan KNMP tidak boleh hanya diukur dari berdirinya cold storage, pabrik es, Stasiun Pengisian BBM Nelayan (SPBN), tambatan kapal, dan sarana fisik lainnya.

"Tujuan utama KNMP adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. Program ini harus dirancang secara utuh, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan nelayan dari proses produksi hingga pemasaran," tegas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, di Jakarta, dikutip Ahad (19/7).

Prof. Rokhmin menegaskan, KNMP harus dibangun sebagai ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Di sektor hulu, nelayan harus dibekali teknologi penangkapan yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan agar hasil tangkapan meningkat tanpa merusak keberlanjutan sumber daya laut.

Di sektor tengah, yang selama ini menjadi titik lemah, adalah penanganan hasil tangkapan. Ia menyoroti masih banyak nelayan yang melaut tanpa membawa es, cold box, atau memiliki ruang penyimpanan berpendingin di atas kapal. Akibatnya, ikan mengalami penurunan mutu, membusuk, bahkan terbuang sebelum sampai ke konsumen.

Pekerjaan rumah terbesar justru ada di sektor hilir, yaitu kepastian pasar.

"Jangan sampai pemerintah telah membangun cold storage dan pabrik es, tetapi tidak menyiapkan pembeli, offtaker, koperasi, atau mitra usaha yang mampu menyerap hasil tangkapan dengan harga yang menguntungkan dan berkeadilan," ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 - 2004 itu mencontohkan, ketika nelayan mendaratkan ikan, harus sudah ada sistem pemasaran yang jelas. KNMP juga wajib dilengkapi sistem logistik rantai dingin, termasuk armada kendaraan berpendingin. Misalnya, KNMP di Cirebon harus mampu mendistribusikan ikan dengan mutu terjaga hingga ke Bandung dan pusat konsumsi lainnya.

Lebih jauh, Prof. Rokhmin menyoroti faktor kunci penentu keberhasilan: lembaga pengelola.

Jika pengelola KNMP diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), maka pemilihan ketua dan jajaran pengurus harus benar-benar selektif. Harus dari orang yang capable, profesional, dan berintegritas.

"KDMP harus dikelola secara profesional, mengelola rantai pasok dari hulu hingga hilir secara terintegrasi," kata Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) ini.

Ia menutup dengan pesan agar program pemerintah yang baik ini harus dikawal bersama agar tepat sasaran, transparan, bebas penyimpangan, dan benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan nelayan Indonesia secara berkelanjutan.

Komentar