Minggu, 19 Juli 2026 | 05:48
NEWS

Sungai dan Laut Merauke Melimpah Ikan, Tradisi Memanah dari Sampan Tetap Bertahan

Sungai dan Laut Merauke Melimpah Ikan, Tradisi Memanah dari Sampan Tetap Bertahan
Tradisi nemanah dari sampan tetap bertahan (Dok Tiktok)

ASKARA - Kekayaan sumber daya perairan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, masih menjadi berkah bagi masyarakat setempat. Sungai-sungai yang membelah wilayah Merauke hingga hamparan laut di pesisir selatan dikenal memiliki stok ikan yang melimpah, sehingga menjadi salah satu sumber penghidupan utama warga.

Di sejumlah kampung, masyarakat masih mempertahankan cara tradisional dalam menangkap ikan. Salah satunya dengan memanah ikan dari atas sampan. Berbekal busur dan anak panah, para nelayan menyusuri sungai yang airnya relatif jernih. Ketika melihat ikan melintas di bawah permukaan air, mereka dengan sigap melepaskan anak panah secara tepat sasaran.

Keahlian tersebut bukan sekadar cara mencari nafkah, tetapi juga warisan budaya yang diwariskan turun-temurun. Ketepatan membidik ikan membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta pemahaman terhadap arus air dan kebiasaan ikan di habitatnya.

Selain di sungai, masyarakat pesisir Merauke juga memanfaatkan kekayaan laut dengan berbagai metode penangkapan yang ramah lingkungan. Hasil tangkapan seperti kakap, barramundi, ikan sembilang, hingga berbagai jenis ikan muara menjadi komoditas penting yang menopang perekonomian keluarga.

Bagi masyarakat Merauke, sungai dan laut bukan hanya sumber pangan, tetapi juga bagian dari identitas dan kehidupan. Tradisi memanah ikan dari atas sampan menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih hidup berdampingan dengan alam, sekaligus mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

 

Komentar