Dorong Kemandirian Nelayan Cirebon, Prof. Rokhmin Dahuri Serahkan 5 Mesin Kapal untuk KUB Sinar Bahari
ASKARA – Komitmen untuk terus hadir di tengah denyut nadi masyarakat pesisir kembali ditunjukkan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S, menyerahkan langsung bantuan lima unit mesin kapal kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sinar Bahari di Blok Petoran, Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Sabtu, 11 Juli 2026.
Bantuan tersebut merupakan buah sinergi antara Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai mitra kerja. Kehadiran Prof. Rokhmin di tengah nelayan Desa Gebang Mekar menjadi bukti nyata keberpihakan parlemen terhadap penguatan sektor kelautan dan perikanan, khususnya di Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII, Cirebon–Indramayu.
Di hadapan 20 nelayan anggota KUB Sinar Bahari, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa bantuan ini bukan untuk menciptakan ketergantungan. Sebaliknya, mesin kapal harus menjadi titik tolak kemandirian ekonomi nelayan.
“Bantuan harus menjadi jalan menuju kemandirian, bukan ketergantungan. Ketika dikelola dengan baik, produktif, dan berkeadilan, manfaatnya akan terus berkembang dan dirasakan oleh seluruh anggota kelompok,” tegas Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University.
Ia berpesan agar lima mesin tempel itu dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk meningkatkan hasil tangkapan. Dengan armada yang lebih andal, waktu melaut bisa lebih efisien, jangkauan tangkap lebih jauh, dan pada akhirnya mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan keluarga nelayan.
Strategi Cerdas KUB Sinar Bahari
Yang menarik, KUB Sinar Bahari ternyata telah menyiapkan skema pengelolaan yang matang. Lima mesin bantuan tidak akan dimonopoli, melainkan dikelola dengan sistem bergulir yang adil.
Ketua KUB Sinar Bahari menjelaskan, mesin akan digunakan bergantian oleh anggota dengan mekanisme iuran. Dana yang terkumpul dari iuran tersebut kemudian dikelola secara transparan untuk membeli mesin baru.
“Target kami, dalam waktu sekitar satu tahun ke depan, seluruh 20 anggota sudah memiliki mesin tempel sendiri,” ujarnya optimistis.
Skema ini menunjukkan tingkat kedewasaan kelompok dalam mengelola bantuan pemerintah. Bantuan peralatan diubah menjadi modal awal yang produktif untuk membangun kemandirian kolektif.
Efek Domino untuk Ekonomi Pesisir
Prof. Rokhmin mengapresiasi sistem yang dibangun KUB Sinar Bahari. Menurutnya, model tata kelola yang disiplin, transparan, dan berlandaskan gotong royong inilah yang diharapkan pemerintah.
Bantuan mesin kapal tak hanya berhenti pada peningkatan produksi perahu perahu. Lebih jauh, ia diharapkan memicu efek domino: menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir Desa Gebang Mekar. Mulai dari peningkatan setoran ke pengepul lokal, tumbuhnya usaha pengolahan ikan skala rumah tangga, hingga terciptanya lapangan kerja baru di sektor pendukung.
Sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu, Prof. Rokhmin paham betul bahwa penguatan nelayan tradisional adalah kunci kedaulatan pangan laut nasional. Dengan armada yang memadai dan kelompok yang solid, nelayan Cirebon-Indramayu diharapkan semakin berdaya saing.
“Bantuan ini adalah stimulan. Kuncinya ada di tangan bapak-bapak semua. Jaga, rawat, dan kembangkan dengan semangat kebersamaan,” pungkas Prof. Rokhmin, disambut tepuk tangan nelayan yang hadir.
Ke depan, skema bergulir ala KUB Sinar Bahari ini berpotensi direplikasi kelompok nelayan lain di Pantura Jawa Barat sebagai model pemberdayaan yang berkelanjutan.

Komentar