Minggu, 19 Juli 2026 | 23:53
NEWS

Paus Leo XIV: Keindahan Mampu Menyatukan Hati Manusia

Paus Leo XIV: Keindahan Mampu Menyatukan Hati Manusia
Konser penghormatan untuk Paus Leo XIV (@Vatican Media)

ASKARA – Paus Leo XIV menegaskan bahwa keindahan melalui musik dan seni memiliki kekuatan untuk mengangkat pandangan manusia kepada Tuhan, sekaligus menghadirkan harapan di tengah dunia yang dilanda perang, konflik, kebencian, dan berbagai persoalan kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan Paus Leo XIV usai menghadiri konser penghormatan yang dipersembahkan Keuskupan Albano di halaman Istana Apostolik Castel Gandolfo, Sabtu (18/7). Konser digelar sebagai ungkapan kedekatan dan kasih kepada Sri Paus selama menjalani masa istirahat musim panas di kota tersebut.

"Kita hidup di dunia yang kekurangan keindahan. Begitu banyak perang, konflik, kebencian, kekerasan, pengangguran, dan berbagai kesulitan lainnya. Kesempatan untuk berkumpul dalam momen seperti ini adalah anugerah besar karena mengingatkan kita bahwa masih ada sesuatu yang lebih tinggi dari semua itu," ujar Paus Leo XIV.

Menurut Bapa Suci, musik, seni, dan keindahan merupakan sarana yang mampu mengarahkan hati manusia kepada Allah serta memperlihatkan sisi terbaik dari martabat manusia. Ia menilai keindahan menjadi jalan untuk membangun harapan, persaudaraan, dan perdamaian di tengah berbagai tantangan zaman.

Konser menghadirkan penampilan pemain biola Marco Rogliano yang membawakan karya Niccolò Paganini, serta pianis Rossana Tomassi Golkar bersama I Musici di Parma di bawah arahan Maestro Pier Carlo Orizio, yang menampilkan komposisi berdasarkan opera Norma karya Vincenzo Bellini.

Sebelumnya, Uskup Albano Vincenzo Viva menyampaikan bahwa konser tersebut merupakan ungkapan syukur atas kehadiran kembali Paus Leo XIV di Castel Gandolfo. Ia juga mengajak hadirin mendoakan para perempuan, ibu, dan anak-anak yang menjadi korban berbagai konflik bersenjata di dunia, seraya menegaskan pentingnya membangun rekonsiliasi dan perdamaian sebagaimana terus diserukan Paus sejak awal masa kepemimpinannya.

Menggabungkan karya Paganini dan Bellini, konser tersebut menghadirkan pesan universal tentang kekuatan cinta, pengampunan, dan damai. Di penghujung acara, langit bertabur bintang diproyeksikan sebagai latar panggung, melambangkan harapan bahwa keindahan mampu menerangi dunia yang masih dibayangi peperangan serta mengangkat hati manusia menuju Sang Pencipta.

 

 

Komentar