Selasa, 23 Juni 2026 | 01:05
NEWS

John Gluba Gebze Siapkan Generasi Petani Muda Marind

John Gluba Gebze Siapkan Generasi Petani Muda Marind
Lahan pertanian di Mwrauke, Papua Selatan (Dok JGG)

ASKARA – Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda Marind menjadi petani yang terampil dan mandiri guna mengelola potensi lahan pertanian yang luas di wilayah Merauke.

Memasuki hari ke-11 sejak penanaman perdana dilakukan, Senin (22/6/2026), program pengembangan pertanian di kawasan Wasur II memasuki tahapan pemupukan perdana yang dilakukan oleh para pemuda Marind binaan dengan pendampingan petani pionir asal Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah, Tugiman.

Menurut John Gluba Gebze, para putra tani Marind yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari Kampung Ilwayab, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Mereka selama ini mendapatkan pembinaan secara langsung mengenai seluruh proses budidaya padi, mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, persemaian, penanaman hingga pemeliharaan tanaman.

"Hari ini merupakan tahapan penting setelah 11 hari penanaman perdana. Anak-anak Marind binaan bersama pendamping Mas Tugiman melakukan pemupukan perdana. Ini bagian dari proses pembelajaran agar mereka memahami seluruh tahapan pertanian padi secara utuh," ujar John Gluba Gebze, Senin (22/6/2026).

Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan dapat melahirkan generasi petani muda yang piawai dan memiliki keterampilan memadai dalam mengembangkan sektor pertanian di tanah kelahirannya.

"Harapan kita, setelah memperoleh pembinaan yang cukup, anak-anak Marind ini akan menjadi penggiat pertanian yang andal di negerinya sendiri. Mereka mampu mengubah lahan tidur yang begitu luas menjadi lahan produktif sehingga kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari hasil kerja sendiri secara berkelanjutan," katanya.

John Gluba Gebze menilai kolaborasi antara masyarakat lokal dengan para petani pionir yang telah lama berkiprah di Merauke menjadi modal penting dalam membangun kemandirian pangan di Papua Selatan.

Menurutnya, transfer pengetahuan dan keterampilan dari para petani berpengalaman kepada generasi muda Marind merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan sektor pertanian di wilayah tersebut.

"Yang sedang kita bangun bukan hanya sawah, tetapi juga sumber daya manusia. Kita ingin putra-putra asli Marind menjadi pelaku utama pembangunan pertanian, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh dari tanah mereka sendiri," tegasnya.

Program pembinaan pertanian yang berlangsung di kawasan Wasur II tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi kawasan produktif sekaligus memperkuat posisi Merauke sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

 

Komentar