Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:36
NEWS

John Gluba Gebze Cetak Petani Modern Anak Malind

John Gluba Gebze Cetak Petani Modern Anak Malind
Transformasi Ppertanian Papua Selatan dengan teknologi (DokJGG)

ASKARA – Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, menegaskan pentingnya pengelolaan pertanian yang memadukan keterampilan praktis masyarakat dengan pengetahuan akademik guna mengubah lahan tidur menjadi kawasan produktif yang mampu menopang ketahanan pangan nasional.

Menurut John Gluba Gebze, pembangunan sektor pertanian di Merauke tidak hanya bertumpu pada ketersediaan lahan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui transfer ilmu dan keterampilan dari para petani berpengalaman kepada generasi muda, khususnya putra-putra asli Malind.

"Pertanian harus dikelola dengan mengkombinasikan ilmu kampung dan ilmu kampus. Dengan keterampilan itu, wajah negeri agraris dapat berubah dari lahan tidur menjadi lahan produktif yang hasilnya menyumbang kelimpahan pangan bagi seluruh Indonesia Raya," ujar John Gluba Gebze.

Ia menjelaskan, Balai Latihan Kerja (BLK) Lapangan yang dikembangkan di kawasan Padepokan Wasur II menjadi wadah pembentukan operator pertanian tangguh dari kalangan anak-anak Malind. Mereka diperkenalkan secara langsung dengan penggunaan mesin traktor untuk pengolahan lahan.

Hasilnya, dalam waktu tiga hari pelatihan, para peserta telah mampu mengoperasikan alat pertanian modern tersebut dan menyiapkan lahan untuk ditanami.

Tak hanya itu, para peserta juga mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai budidaya padi, mulai dari perendaman benih, pembuatan persemaian, penaburan benih, pengairan, pemupukan, pencabutan bibit setelah memasuki usia tanam, hingga teknik penanaman menggunakan pola Jajar Legowo.

"Proses pembelajaran dilakukan dari hulu hingga hilir. Mereka dibimbing langsung oleh petani-petani terampil pionir asal Jawa yang dahulu didatangkan pemerintah melalui program transmigrasi. Mereka inilah yang memberikan nilai tambah berupa alih keterampilan di bidang pertanian," katanya.

John Gluba Gebze mengatakan, tenaga-tenaga binaan tersebut nantinya akan berkolaborasi dalam pengembangan program pertanian multicrops di Papua Selatan. Program tersebut saat ini mulai dijalankan di kawasan Padepokan Wasur II yang difungsikan sebagai BLK Lapangan.

Menariknya, pengembangan kawasan tersebut dilakukan secara swadaya oleh para tokoh pamong yang selama ini berkecimpung di dunia pertanian, hortikultura, perikanan, dan peternakan.

"Melalui pendekatan yang integral, kita ingin mencetak generasi petani modern yang mampu mengelola pertanian, hortikultura, perikanan, dan peternakan secara terpadu. Dengan demikian, Papua Selatan dapat menjadi salah satu lumbung pangan masa depan Indonesia," tegasnya.

Menurut John Gluba Gebze, kolaborasi antara kearifan lokal masyarakat adat Malind dengan pengalaman para petani pionir menjadi modal strategis untuk menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Selatan.

 

Komentar