Pengamat: Indonesia Terancam Kehilangan Jati Diri Bangsa
ASKARS - Wacana tentang jati diri bangsa kembali mencuat di tengah dinamika global dan konflik internasional, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pengamat menilai kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh militer, tetapi juga oleh keteguhan identitas nasional.
CEO Nusantara Centre, Yudhie Haryono, menyebut bahwa perang memberikan pelajaran penting tentang pentingnya jati diri bangsa dalam mempertahankan kedaulatan.
“Iran menunjukkan bagaimana jati diri bangsa mampu menjadi benteng kuat, sehingga tidak mudah dijajah, meski menghadapi tekanan besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, jati diri bangsa tercermin dalam konstitusi, yang menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan negara, mulai dari politik, pembangunan, hingga hubungan luar negeri.
Namun demikian, ia menilai Indonesia menghadapi tantangan serius terkait melemahnya jati diri tersebut. Salah satu indikatornya adalah perubahan sistem ketatanegaraan yang dinilai berdampak pada fungsi lembaga negara, termasuk Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Yudhie menilai perubahan tersebut berdampak pada hilangnya arah pembangunan jangka panjang, termasuk tidak lagi adanya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai pedoman utama pembangunan nasional.
Selain itu, ia juga menyoroti perubahan sistem politik yang dinilai beralih dari musyawarah menuju mekanisme pemilihan langsung yang berbiaya tinggi dan berpotensi menimbulkan polarisasi di masyarakat.
“Tanpa jati diri yang kuat, negara berisiko kehilangan arah, mudah terpecah, serta rentan terhadap pengaruh eksternal,” katanya.
Ia menambahkan, jati diri bangsa memiliki peran penting sebagai pemersatu masyarakat, pelindung dari tekanan luar, serta dasar dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Karena itu, ia mendorong perlunya penguatan kembali nilai-nilai dasar bangsa yang berakar pada konstitusi dan Pancasila sebagai ideologi negara.
“Jati diri adalah fondasi. Jika itu melemah, maka semua aspek kehidupan berbangsa ikut terdampak,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan global, penguatan identitas nasional tetap menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan dan keberlangsungan negara.

Komentar