Prof. Rokhmin Dorong Bioflok dan Peternakan Desa Cipanas untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
ASKARA - Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon menjadi sorotan dalam kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS. Kunjungan ini menegaskan komitmen beliau dalam memperkuat ekonomi desa melalui sektor perikanan budidaya, peternakan, dan pertanian.
Dalam agenda lapangan, Rektor Universitas UMMI Bogor ini meninjau langsung kolam budidaya ikan nila dan ikan tambakan yang dikelola masyarakat setempat. Meski masih tergolong pemula, warga Cipanas menunjukkan semangat tinggi untuk mengembangkan usaha perikanan.
Tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi sumber air yang belum stabil, sehingga produktivitas belum maksimal. Namun, warga melihat peluang besar dengan pemanfaatan teknologi bioflok. Aspirasi pun muncul agar desa mendapat bantuan satu unit bioflok sebagai langkah awal memperkuat usaha budidaya ikan.
Dialog bersama warga juga membuka ruang bagi aspirasi di sektor peternakan. Saat ini, usaha kambing mulai berkembang dengan 4 peternak aktif: Pak RT memiliki 7 ekor, Pak RW Sudarto 21 ekor, Pak Ranci 10 ekor, dan Pak Banding 8 ekor.
Selain itu, warga berencana membentuk kelompok ternak ayam dengan melibatkan minimal 9 anggota. Peralihan ke sektor peternakan ini menjadi jawaban atas berhentinya aktivitas tambang batu alam, yang sebelumnya menjadi sumber penghasilan utama dengan pendapatan Rp800 ribu hingga Rp1 juta per minggu.
Kondisi ekonomi desa juga ditopang oleh warga yang bekerja sebagai nelayan cumi di Jakarta, meski mereka hanya pulang setiap lima bulan sekali. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan ekonomi lokal agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada pekerjaan di luar desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) tersebut, menegaskan bahwa desa Cipanas memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ia mendorong pemanfaatan teknologi budidaya modern seperti bioflok agar produktivitas meningkat secara efisien.
“Aspirasi warga yang disampaikan dalam kunjungan ini akan menjadi bahan tindak lanjut untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Prof. Rokhmin, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu (18/3)?
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memastikan bahwa desa-desa di Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Dengan dukungan teknologi, semangat warga, serta perhatian pemerintah, Desa Cipanas diharapkan menjadi contoh bagaimana desa dapat bangkit melalui perikanan, peternakan, dan pertanian.

Komentar