Senin, 15 Juni 2026 | 21:59
NEWS

Prof. Rokhmin Dahuri: Ramadhan Momentum Kesalehan Sosial, Filantropi Islam, dan Kemandirian Ekonomi Umat

Prof. Rokhmin Dahuri: Ramadhan Momentum Kesalehan Sosial, Filantropi Islam, dan Kemandirian Ekonomi Umat
Prof. Rokhmin Dahuri (dok.askara)

ASKARA - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan bukan hanya ruang untuk memperdalam ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial dan kemandirian ekonomi umat. 

Hal ini disampaikan dalam Podcast Radio Elshinta bertema Ramadhan, Filantropi Islam dan Kemandirian Umat, dikutip Senin (16/3).

Menurut Rektor Universitas UMMI Bogor ini, Ramadhan 2026 harus dimaknai sebagai momentum krusial untuk memperkuat kesalehan sosial, memperluas praktik filantropi Islam, serta mendorong kemandirian ekonomi umat. 

"Puasa tidak boleh berhenti pada dimensi spiritual, melainkan harus melahirkan dampak nyata bagi masyarakat luas," tegas Dewan Pembina Baitul Muslimin Indonesia ini.

Peningkatan Kesalehan Sosial

Prof. Rokhmin mengajak umat Muslim untuk meningkatkan kepedulian sosial, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat persaudaraan. 

Solidaritas, menurutnya, menjadi benteng utama menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang semakin kompleks. “Ramadhan harus menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan empati terhadap sesama,” ujarnya.

Filantropi Islam

Ia menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai ajang memaksimalkan sedekah dan filantropi. Dengan memperkuat zakat, infak, dan wakaf, umat Islam dapat menopang kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menciptakan sistem distribusi kesejahteraan yang lebih adil. 

“Filantropi Islam adalah energi sosial yang mampu menggerakkan roda ekonomi umat,” jelasnya.

Kemandirian Ekonomi Umat

Prof. Rokhmin juga menyoroti perlunya mendorong kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor usaha halal dan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa umat tidak boleh hanya bergantung pada bantuan, melainkan harus berdaya secara mandiri. 

“Kemandirian ekonomi adalah wujud nyata dari takwa sosial, yakni kerja keras dan kepedulian pada sesama, yang sejalan dengan semangat kebangsaan,” tegasnya.

Sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (2001–2004), Prof. Rokhmin menutup pesannya dengan ajakan agar Ramadhan dijadikan sarana memperkuat takwa sosial. 

"Ibadah puasa harus melahirkan insan yang tidak hanya taat secara spiritual, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa," imbuhnya.

Komentar