Video Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz Penuh Kejanggalan
ASKARA - Video yang memperlihatkan kapal tanker minyak Indonesia melintasi Selat Hormuz viral di media sosial TikTok. Rekaman yang diunggah akun @dazall401 itu sempat menarik perhatian warganet karena menampilkan kapal tanker yang disebut berada di jalur pelayaran strategis dengan pengawasan militer ketat.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, video tersebut diduga kuat merupakan rekayasa kecerdasan buatan (AI) dan bukan kejadian nyata.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria mengenakan helm keselamatan dan rompi oranye merekam suasana di atas kapal tanker. Ia menyebut kapal yang mereka tumpangi sedang melintas di Selat Hormuz dan harus meminta izin kepada kapal patroli militer sebelum melewati perairan tersebut.
“Kita sudah di atas kapal induk pemuat minyak bumi lagi melintas di Selat Hormuz. Suasananya tegang banget,” ujar suara dalam rekaman tersebut, Rabu (11/3).
Meski terlihat meyakinkan, sejumlah kejanggalan visual mengindikasikan video tersebut tidak autentik.
Salah satu kejanggalan terlihat pada pagar putih di bagian dek kapal yang beberapa kali berubah bentuk secara tidak wajar ketika kamera bergerak. Perubahan bentuk objek statis seperti ini merupakan salah satu ciri umum video hasil generasi AI.
Selain itu, terdapat pula ketidaksesuaian pada atribut militer yang terlihat di dalam video. Sosok yang disebut sebagai tentara Iran justru tampak mengenakan badge atau lambang militer milik Amerika Serikat, yang jelas tidak sesuai dengan identitas pasukan Iran.
Beberapa detail lain juga terlihat janggal, seperti pergerakan objek di latar belakang yang tidak konsisten, bentuk kapal patroli yang berubah pada beberapa frame, serta pencahayaan yang tidak sinkron dengan arah bayangan.
Kombinasi berbagai kejanggalan tersebut menguatkan dugaan bahwa video tersebut dibuat menggunakan teknologi AI generatif dan bukan rekaman asli dari perairan Selat Hormuz.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur sempit ini menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia dari kawasan Timur Tengah.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi visual yang beredar di media sosial, terutama di tengah meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang mampu membuat video realistis namun menyesatkan.

Komentar