Kamis, 04 Juni 2026 | 10:45
NEWS

Hadapi Mudik Lebaran 2026

3,6 Juta Kendaraan Bakal Tinggalkan Jakarta! Ini Skenario Rahasia Korlantas

3,6 Juta Kendaraan Bakal Tinggalkan Jakarta! Ini Skenario Rahasia Korlantas
Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa lonjakan signifikan diperkirakan terjadi di ruas tol utama yang mengarah ke timur dan barat Pulau Jawa. (Dok Korlantas)

ASKARA - Korps Lalu Lintas Polri memproyeksikan sebanyak 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta melalui jalan tol menuju Trans Jawa dan Sumatera pada arus mudik Lebaran 2026.

Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa lonjakan signifikan diperkirakan terjadi di ruas tol utama yang mengarah ke timur dan barat Pulau Jawa.

“Khusus jalan tol memang ada bangkitan arus cukup tinggi. Proyeksi kendaraan yang melintasi tol menuju Trans Jawa dan Sumatera mencapai 3,6 juta,” ujar Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Untuk mengamankan arus mudik dan balik, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 pada 13 hingga 26 Maret 2026 secara nasional. Sejumlah skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan di titik-titik rawan.

Strategi tersebut meliputi penerapan contraflow, sistem one way, pengalihan arus, hingga pemanfaatan tol fungsional.

“Japek Selatan dan Japek II nanti akan digunakan untuk mendukung arus balik. Beberapa ruas tol fungsional juga akan dioperasikan sesuai kebutuhan,” jelas Agus.

Dalam periode mudik, pembatasan operasional kendaraan berat juga akan diberlakukan. Truk yang diizinkan melintas hanya yang mengangkut kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak (BBM) dan sembako.

Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus serta meminimalisasi potensi kemacetan di jalur utama.

Selain jalan tol, pengamanan juga difokuskan pada jalur arteri, kawasan wisata, tempat ibadah, dan simpul transportasi seperti pelabuhan. Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah penyeberangan Merak–Bakauheni yang kerap mengalami lonjakan penumpang dan kendaraan.

Korlantas memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna mengantisipasi antrean panjang di pelabuhan, termasuk di Ketapang dan titik penyeberangan lainnya.

Berdasarkan hasil survei lapangan, sejumlah ruas tol masih dalam tahap perbaikan akibat kerusakan pasca cuaca ekstrem. Agus menyebut perbaikan terus dikebut agar kondisi jalan optimal menjelang puncak arus mudik.

“Masih ada beberapa titik perbaikan, tetapi kami pastikan mendekati H-7 Lebaran kondisi jalan sudah maksimal untuk dilalui pemudik,” ujarnya.

Polri mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan informasi resmi terkait rekayasa lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan prima sebelum berangkat.

 

 

Komentar