Rakernas PERWATUSI 2026 Digelar, Gerakan Tulang Sehat Kian Masif
ASKARA - Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026, Selasa (17/2/2026), sebagai langkah konsolidasi gerakan nasional kesehatan tulang.
Mengusung tema “Bersatu dalam Gerakan Peduli Tulang Sehat Indonesia”, kegiatan ini menegaskan arah PERWATUSI untuk memperkuat organisasi, memperluas edukasi, sekaligus menyiapkan program kerja sepanjang tahun 2026.
Menariknya, rangkaian acara dimulai lebih awal. Sebelum Rakernas resmi berlangsung pukul 10.00 WIB, PERWATUSI terlebih dahulu menggelar rapat pukul 08.30 WIB guna membahas penetapan Buku Pedoman sebagai landasan kerja organisasi.
Rapat dipimpin oleh pimpinan sidang Tabrani Abby, SH, M.Hum bersama R. Wahyu Handoko, S.Sos., MM.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum DPP PERWATUSI Anita A. Hutagalung menyampaikan laporan kinerja DPP, sekaligus memaparkan capaian organisasi yang telah berjalan.
Agenda strategis berlanjut dengan pengesahan Pedoman Organisasi yang dipimpin oleh R. Wahyu Handoko, S.Sos., MM, sebagai upaya memperkuat tata kelola, standar kerja, serta arah gerakan PERWATUSI.
Selain itu, fokus peningkatan kapasitas kader juga menjadi perhatian. Dr. Ade Jeanne DL Tobing, Sp.KO memaparkan Pedoman Pelatihan 2026, yang dirancang untuk mendukung program edukasi kesehatan tulang di berbagai daerah.
Sementara itu, Otto Nasri, SE, LUTCF, AWM memaparkan Program Kerja PERWATUSI 2026, yang diarahkan untuk memperluas kampanye tulang sehat, mendorong kolaborasi, serta memperkuat gerakan berbasis komunitas.
Arahan penting juga datang dari Ketua Dewan Pengawas PERWATUSI Prof Dr dr Ichramsjah A Rachman, SpOG-K, yang menekankan perlunya soliditas organisasi agar PERWATUSI semakin berdampak luas bagi masyarakat.
Rangkaian Rakornas ditutup melalui pembacaan hasil Rakornas oleh Sekretaris Umum PERWATUSI Dr. Ida Ayu Astuti, MBA.
Melalui Raker dan Rakornas 2026 ini, PERWATUSI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan masyarakat sipil yang mendorong kesadaran tulang sehat sebagai investasi kesehatan jangka panjang.

Komentar