Senin, 15 Juni 2026 | 19:36
NEWS

Di Hadapan Kepala Daerah, Prabowo Ungkap Bahaya Besar Indonesia

Di Hadapan Kepala Daerah, Prabowo Ungkap Bahaya Besar Indonesia
Preiden Prabowo di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor (Dok Askara)

ASKARA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Rakornas ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut arahan Presiden kepada Kementerian Dalam Negeri dalam rangka penyampaian dan penguatan misi Asta Cita pemerintahan. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.”

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan, Rakornas 2026 merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Forum ini akan dilanjutkan dengan pemaparan program-program strategis oleh para menteri dan kepala badan yang dibagi dalam beberapa sesi.

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia adalah bangsa besar yang mampu bersatu di tengah keberagaman ras dan etnis. Ia menyebut Indonesia kerap dipandang dunia sebagai The Impossible Nation, karena mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan global.

Presiden mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap sejarah panjang intervensi asing serta ancaman geopolitik global yang berdampak langsung pada Indonesia. Meski demikian, Indonesia akan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak bergabung dengan pakta militer mana pun.

Menurut Prabowo, dunia saat ini berada dalam fase realisme, di mana negara-negara berlomba mempertahankan eksistensi dan kekuatan. Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi anugerah sekaligus tantangan, sehingga negara harus memperkuat ketahanan nasional, swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, serta perbaikan tata kelola ekonomi.

Presiden juga menyoroti persoalan kebocoran ekonomi nasional, praktik korupsi, under invoicing, serta ketimpangan alokasi kredit perbankan. Ia menegaskan komitmen untuk membangun pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan rakyat, seraya meminta seluruh kepala daerah tidak mudah memberikan izin pengelolaan lahan yang berpotensi merugikan masa depan bangsa.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat sektor pertahanan, meningkatkan kualitas birokrasi, serta membangun pendidikan unggul melalui Sekolah Rakyat dan pendirian universitas-universitas dengan keilmuan spesifik di berbagai daerah.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap forum ini menjadi tonggak penguatan sinergi nasional demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

 

Komentar