Kamis, 04 Juni 2026 | 10:49
NEWS

Prof. Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Cakup Protein Hewani Aman dan Berkelanjutan

Prof. Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Cakup Protein Hewani Aman dan Berkelanjutan
Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri (dok.askara)

ASKARA – Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa konsep swasembada pangan nasional tidak boleh hanya dipahami sebatas pemenuhan kebutuhan karbohidrat, tetapi juga harus mencakup ketersediaan protein hewani yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/1).  

Dalam paparannya, Rektor Universitas UMMI Bogor ini menekankan bahwa swasembada protein, khususnya yang bersumber dari sektor peternakan, merupakan bagian integral dari ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo. Menurutnya, pemenuhan protein hewani tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi penopang kesejahteraan peternak di seluruh Indonesia.  

“Berbicara swasembada pangan itu bukan hanya karbohidrat, tetapi juga swasembada protein. Salah satu sumber protein utama adalah dari ternak,” ujar Guru Besar Fakultas Kelautan dan  Perikanan IPB University.  

Ia menambahkan, swasembada pangan tidak cukup hanya dilihat dari sisi kuantitas produksi. Lebih dari itu, aspek keamanan pangan (food safety) harus menjadi prioritas utama. Produk peternakan yang beredar di masyarakat, kata Rokhmin, wajib dipastikan aman, sehat, dan layak konsumsi agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.  

Dalam konteks tersebut, Prof. Rokhmin menilai keberadaan BBVet Wates memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pangan nasional. Balai ini berfungsi sebagai pusat pengawasan, pengujian, dan pencegahan penyakit hewan yang berpotensi mengganggu rantai pasok protein hewani.  

Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004 itu juga memberikan apresiasi atas capaian BBVet Wates yang telah ditetapkan sebagai pusat rujukan veteriner untuk kawasan ASEAN. Sertifikat yang diterbitkan oleh BBVet Wates bahkan telah mendapat pengakuan internasional, sebuah pencapaian yang menunjukkan kapasitas dan kualitas kerja lembaga ini sudah diakui secara global.  

“Ini menunjukkan bahwa kapasitas dan kualitas kerja BBVet Wates sudah diakui secara global. Dalam konteks ini, kinerjanya cukup bagus dan patut kita syukuri,” katanya.  

Meski demikian,Profm  Rokhmin menekankan perlunya penguatan peran balai veteriner agar semakin optimal dalam mendukung swasembada protein hewani dan ketahanan pangan nasional di masa mendatang. Ia berharap BBai veteriner lainnya dapat terus berinovasi, memperkuat sistem pengawasan, serta meningkatkan kualitas layanan demi tercapainya cita-cita swasembada pangan yang menyeluruh.  

Dengan dorongan ini, Ketum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) ini menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar jargon politik, melainkan sebuah komitmen nyata untuk memastikan generasi mendatang memperoleh asupan gizi yang seimbang, sekaligus menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Komentar