Kamis, 23 Juli 2026 | 09:18
COMMUNITY

Koperasi Ketiara dan Baret ICMI Bantu Wilayah Terisolasi Aceh Tengah

Koperasi Ketiara dan Baret ICMI Bantu Wilayah Terisolasi Aceh Tengah
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh Tengah (Dok Zam Zam)

ASKARA - Kepedulian terhadap warga terdampak bencana di Aceh Tengah terus mengalir. Koperasi Kopi Ketiara bersama Baret ICMI Aceh melaksanakan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan ke Kampung Pantang Nangka, Kecamatan Linge, salah satu wilayah yang masih terisolasi pascabencana, Rabu (21/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim relawan menyalurkan berbagai bantuan strategis, mulai dari paket sembako, penyediaan akses internet melalui perangkat Starlink, hingga bantuan genset untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat setempat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan aktivitas warga di tengah keterbatasan akses.

Humas Koperasi Kopi Ketiara, Abdurahman, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil tidak tertinggal dalam proses pemulihan pascabencana.

"Wilayah terisolasi membutuhkan perhatian lebih. Bantuan ini kami harapkan dapat menopang kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka kembali akses komunikasi yang sangat dibutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, dr. Fitri Fatimah, Koordinator Tim Medis Baret ICMI Aceh Tengah, menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana, terutama di daerah dengan akses terbatas.

"Kondisi geografis yang sulit membuat pelayanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pendampingan medis dan respons cepat sangat dibutuhkan agar tidak terjadi masalah kesehatan lanjutan," kata dr. Fitri.

Ia menambahkan, rangkaian misi kemanusiaan akan dilanjutkan ke wilayah lain yang juga terdampak bencana, seperti Atu Payung, Serule, Kecamatan Bintang, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Baret ICMI Aceh.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh Tengah. Para relawan menilai penanganan bencana memerlukan langkah cepat, terukur, dan terencana, mengingat kondisi akses jalan yang masih rawan serta jembatan darurat yang berisiko menghambat distribusi bantuan dan layanan dasar bagi masyarakat.

 

 

Komentar